0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Menangkap Pembunuh Orangutan di Kalimantan Tengah

Polisi tangkap dua pembantai orangutan Kalimantan ()

Timlo.net – dua warga Barito Utara, Kalimantan Tengah, ditangkap karena diduga membunuh orangutan jantan. Keduanya masing-masing berinisial Tam (40) dan Mul (31). Diketahui, bangkai orangutan jantan tersebut ditemukan Senin (15/1).

Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko menuturkan, kedua terduga pembantai orangutan itu ditangkap Minggu (28/1) usai kepolisian memeriksa 16 saksi. Peristiwa pembunuhan satwa primata itu, terjadi 29 Desember 2017 di Desa Maliku, Barito Utara.

“Mereka punya lahan karet dan kebun masyarakat lain, lihat orangutan datang merusak. Diupayakan diusir, orangutan itu malah melakukan perlawanan,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah AKBP Pambudi Rahayu, Rabu (31/1).

Melihat orangutan melawan, berbekal senapan angin di tangan, mereka lantas menembak orangutan itu dengan senapan angin.

“Dua pelaku ini takut, lalu menembakkan senapan angin. Dengan 17 peluru, tidak mati. Kemudian mereka melakukan penebasan (kepala orangutan) dengan parang,” ujar Pambudi.

Dari keterangan kedua pelaku, mereka awalnya tidak berniat membunuh. Namun itu dilakukan karena mereka merasa terganggu dan terancam. Polisi tidak ingin buru-buru mempercayai.

“Sementara itu motifnya. Tapi keterangan itu, masih kita kembangkan, keterangannya terus didalami,” terang Pambudi.

Usai orangutan itu dipastikan mati, tanpa kepala, jasadnya dibuang ke sungai hingga terseret arus sungai hingga masuk ke wilayah kabupaten Barito Selatan.

“TKP-nya di Barito Utara, tapi jasadnya ditemukan di Barito Selatan,” ungkapnya.

Para pelaku kini mendekam di sel Polda Kalimantan Tengah. Penyidik menjeratnya dengan Undang-undant No 05/1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Barang bukti yang kita amankan adalah 1 senapan angin, sebilah parang, tengkorak kepala orangutan yang ditanam, dan 17 peluru senapan angin,” demikian Pambudi.

Diketahui, Senin (15/1) pagi, warga menemukan bangkai orangutan tanpa kepala dan badan penuh luka, di tepi sungai bawah jembatan Kalahien. Tiga hari kemudian, bangkai orangutan itu diautopsi, ditemukan 17 peluru senapan angin bersarang di badannya.

Dugaan kuat, orangutan itu dibunuh warga. Mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Bareskrim Polri, memberi atensi khusus untuk mengusut peristiwa itu. Terlebih lagi, kasus itu jadi perhatian media internasional.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge