0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penjual Satwa Dilindungi via Online Ditangkap

Polisi membongkar praktik jual beli satwa dilindungi dengan modus penjualan melalui media sosial (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi membongkar praktik jual beli satwa dilindungi dengan modus penjualan melalui media sosial. Pelaku hanya menerima pesanan dari pembeli, lalu mendapatkan satwa dari luar kota, seperti Jawa Barat dan Lampung.

Satwa itu dibeli dari penduduk lokal dengan harga berkisar Rp 300 ribu, lalu dijual kembali Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta. Transaksi dilakukan dengan tatap muka.

“Penjual ini tidak menstok barang, kemudian ada yang telepon terus baru order, binatang ada yang harganya Rp 300 ribu, dijual Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta, hampir rata-rata semua binatang dijual segitu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/1).

Polisi menangkap tujuh tersangka selaku penjual dengan inisial SF, AM, MBK, HRN, IA, ETW, dan AR. Ketujuh ini ditangkap di tempat berbeda, yaitu Cengkareng, Penjaringan, Matraman, Rawamangun, Pasar Minggu, Jagakarsa, Bekasi, dan Beji Depok.

“Tujuh tersangka ini ada tujuh TKP hampir seluruh DKI kecuali tangerang yang belum kami ungkap,” kata Kasubdit III Sumdaling AKBP Sutarmo dalam kesempatan sama.

Adapun satwa yang dilindungi yang berhasil diselamatkan berjumlah 22 ekor. Terdiri dari 2 buaya muara, 4 lutung jawa, 1 surili jawa, 2 siamang, 6 ekor kucing hutan, 2 bayi burung hantu, 2 ular sanca, 1 kukang, 1 monyet pantai, dan 1 elang bondol.

Para pelaku disangkakan Pasal 40 ayat 2 UU No 5 Tahun 1990 dan Pasal 21 ayat 2 huruf a UU Nom5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pelaku diancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

“Ancaman 5 tahun dengan denda Rp 100 juta,” ucap Argo.

[rzk]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge