0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Penyebab 23 Kecamatan di Wonogiri Rawan Longsor

Kepala BP3ESDM Sewu Lawu saat menunjukkan lokasi zona merah di Wonogiri (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pemerintah meminta agar masyarakat yang berada di 23 kecamatan yang masuk pada zona merah (rawan bencana alam) untuk mengungsi jika curah hujan pada level ringan, sedang dan tinggi namun berlangsung selama kurang lebih dua jam. Pasalnya, dikhawatirkan akan terjadi longsor atau rebahan tanah dari atas lereng perbukitan.

“Gelinciran tanah akan terjadi pada kemiringan tertentu, seperti kemiringan sedang akan terjadi luncuran tanah, tapi jika kemiringan curam bukan tanah tapi akan timbul luncuran batu, dan juga terjadi rebahan tanah,” ungkap Kepala BP3ESDM Sewu Lawu, Suhardi didampingi Kabid Pengkajian Yuliyanto kepada wartawan, Selasa (30/1).

Disampaikan, struktur tanah yang berada pada zona merah terletak diatas lempengan vulkanik yang tidak dapat menyerap air. Sehingga, kata dia ketika tanah timbul retakan, maka air akan memenuhi celah dan berubah jadi lumpur, kemudian menembus ke bawah akan tetapi air tidak dapat meresap dan tetap berada di atas lempeng tanah kedap air.

“Setelah air meresap dan terjadi penumpukan lumpur dan merusak rekatan tanah di atas lapisan vulkanik, kemudian adanya beban di atas tanah pun terjadilah pergerakan tanah lalu timbul gelinciran tanah,” bebernya.

Ditambahkan, berdasar kajiannya, struktur tanah pada zona merah dan terkhusus wilayah yang pekan lalu terdampak bencana alam tanah longsor, seperti Purwantoro, Tirtomoyo dan lainnya sewaktu- waktu dapat terjadi longsoran tanah. Pihaknya pun mengimbau ketika terjadi gejala alam tersebut, warga diminta cepat- cepat mengungsi.

“Kemarin di Desa Sumbergalih Purwantoro sudah kita pasangi EWS (early warning sistem). Karena di desa itu sudah muncul retakan tanah,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge