0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Prodi Fisiologi UMS Targetkan Buka S2

Ketua Prodi Fisioterapi UMS, Totok Budi Santoso (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Program Studi (Prodi) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menargetkan paling lambat tahun 2020 mendatang telah membuka program strata dua Fisiologi. Bahkan menjadi program strata dua Fisioterapi pertama di Indonesia.

“Saat ini di UMS, setiap tahun mahasiswa baru masuk D-3 Fisioterapi tercatat 80 – 100 mahasiswa, dan S-1 ada 100 – 120 mahasiswa. Oleh karena itu, untuk meneruskan perlu ada program Strata Dua. Saat ini Strata Dua Fisioterapi di Indonesia belum ada,” ungkap Ketua Prodi Fisioterapi UMS, Totok Budi Santoso kepada wartawan, di Kampus UMS, Solo, Selasa (30/1).

Totok mengatakan, saat ini Prodi Fisioterapi telah memiliki modal dimana semua dosen berpendidikan strata Dua dan empat sedang proses kandidiat doktor. “Itulah modal kami untuk membuka program strata dua Fisioterapi dari sisi sumber daya manusia,” jelasnya.

Menurut Totok, saat ini pengembangan dari sisi keilmuan Fisioterapi, umumnya dari luar negeri. Sedang di Indonesia belum banyak dikembangkan. Oleh karena itu, kita ingin membuat program Strata Dua di Indonesia.  “Mudah-mudahan UMS sebagai salah satu senior Fisioterapi segera membuka,” ujarnya.

Sedang, menurut Totok, S-1 Fisioterapi baru ada tujuh institusi, sedangkan Profesi Fisioterapi baru ada empat yakni UMS, Universitas Udayana, Universitas Hasanudin dan Unisa Yogyakarta.

Sejauh ini pemegang profesi Fisioterapi di Indonesia baru mencapai 12.000 orang. “Untuk bisa praktek minimal minimal harus profesi. Sehingga sekarang di Indonesia kalau dibandingkan 1 banding 25.000 orang. Idealnya 1 banding 9.000. Kita perlu waktu sekitar 25 tahun untuk mencapai perbandingan itu,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge