0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musim Hujan Hentikan Produksi Batu Bata Merah

Perajin menata batu bata merah (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Produksi batu bata merah di Dusun Kepuh, Kelurahan Lalung, Karanganyar Kota mandek selama musim penghujan. Perajin tak mau mengambil risiko gagal produksi karena cuaca kurang bersahabat.

“Pembuatan batu bata butuh terik sinar matahari. Batu bata yang sudah dicetak harus dijemur segera. Kalau hujan terus, batanya enggak jadi,” kata perajin asal Rt 02/Rw III, Wagiyem (45) kepada Timlo.net, Senin (29/1).

Batu bata yang dijualnya sekarang merupakan hasil produksi Agustus-Oktober tahun lalu. Biasanya selama musim kemarau, perajin memproduksi sebanyak-banyaknya sebelum musim penghujan tiba.

Ia mengatakan tak bisa menaikkan harga jual batu bata merahnya meski jumlah barang terbatas. Sebab, persaingan pasar antarperajin tergolong ketat. Agar langganan tak beralih ke lainnya, ia harus memastikan batu bata merahnya berkualitas.

“Disortir dulu yang benar-benar kering dan terbakar merata. Kalau enggak bagus, nanti bisa dikomplain. Bangunannya bisa roboh. Saya enggak mau ambil risiko jualan barang lapuk. Per 1.000 buah harganya Rp 500 ribu-Rp 600 ribu,” kata wanita ini sambil menunjukkan sampel batu bata siap jual ukuran panjang 12 sentimeter, lebar 3 sentimeter dan tebal 6 sentimeter.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge