0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Repyoh Tak Putus Asa

Pasangan manula Karangpandam, Mulyadi dan Repyoh, hidup melarat (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Kisah hidup wanita ini dapat menjadi inspirasi memandang sesuatu dari sisi berbeda. Repyoh (65) asal Rt 03/Rw XI Desa Tohkuning, Karangpandan setia mendampingi suaminya, Mulyadi (70) meski dalam himpitan kemiskinan.

“Jual daun pisang ke pasar. Dapat uang enggak banyak, paling Rp 20 ribu. Hanya cukup beli sekilo beras dan lauk seadanya. Besok jual lagi yang bisa laku,” kata Repyoh kepada Timlo.net, kemarin.

Wanita renta ini harus berjuang sendirian menghidupi dirinya dan suami. Sejak tiga tahun lalu, Mulyani sulit menggerakkan kaki dan tangan sehingga berhenti mengasong koran. Pekerjaan itu digelutinya selama puluhan tahun sebelum akhirnya tumbang. Loper koran ini biasanya menjajakan dagangannya di Pasar Karangpandan dan Tawangmangu. Kini, aktivitasnya hanya di tempat tidur saja.

“Sudah berobat ke dua dokter di Plangsalam dan Karangpandan. Tapi masih seperti itu kondisi suami saya. Sebenarnya punya Jamkesmas. Hanya saja repot bolak balik. Jauh ke RS,” kata Repyoh sambil menata daun pepaya yang akan dijualnya.

Repyoh masih bersyukur diberi kesehatan dan kemandirian. Ia tak mau meminta-minta meski orang tak punya. Saat para tetangga bercengkrama dengan keluarga di ruang terang, ia cukup menyalakan lilin dan menghibur diri dengan memandangi foto lusuh mendiang putranya atau berbincang dengan suaminya.

“Hidup saya seperti ini. Yang penting selalu bersyukur. Enggak ada listrik, pakai lilin. Seminggu habis sekotak Rp 7 ribu,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge