0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gencar Dirazia, Begini Kegalauan Sopir Kereta Kelinci

Satlantas Polres Klaten merazia kereta kelinci atau kendaraan yang dimodifikasi untuk mengangkut penumpang (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Sejumlah sopir kereta kelinci mengeluhkan aksi razia yang tengah digencarkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten. Pasalnya, kendaraan dimodifikasi untuk mengangkut banyak orang ini dinilai sebagai moda transportasi alternatif warga saat berwisata.

“Ramainya selalu akhir pekan. Biasanya disewa untuk mengantar ke tempat wisata. Tapi baru Sabtu (27/1) kemarin ditilang polisi untuk pertama kalinya,” ujar Wawan (40), sopir kereta kelinci yang disewa untuk mengantarkan penumpang ke obyek wisata pemandian air di wilayah Kecamatan Polanharjo, Senin (29/1).

Sebagai sopir, dia mengaku sudah mengetahui adanya larang kereta kelinci melintas di wilayah perkotaan. Sehingga ketika ada order untuk mengantar ke lokasi wisata dia pun memilih rute di jalan- jalan perkampungan. Adapun kisaran tarifnya sebesar Rp 350 Ribu, tergantung jarak tempuh titik penjemputan hingga ke tujuan.

“Kalau sopir seperti saya dapat pendapatan bersihnya sekitar 40 persen dari biaya sewa. Biasanya jalan lewat desa- desa. Enggak pernah lewat jalan besar karena memang dilarang. Tapi kok sekarang lewat jalan desa malah ditilang,” keluh Wawan, yang sudah hampir 5 tahun terakhir menjadi sopir pocokan kereta kelinci.

Keluhan serupa juga dilontarkan sopir pocokan kelinci lainnya, Harjono (45). Ia khawatir, larangan beroperasinya kereta kelinci bakal mematikan rezekinya. Dia pun berharap, larangan kereta kelinci beroperasi hanya saat melintas di jalan- jalan perkotaan.

“Daripada dapur enggak ngebul sama sekali, saya hanya menjalankan keretanya saja. Sedangkan sekali disewa itu tarifnya sekitar Rp 200 ribu, tergantung jarak tempuh. Harapannya, tilang hanya berlaku di jalan utama, bukan di jalan- jalan desa,” ujar Harjono.

Diberitakan sebelumnya, Satlantas Polres Klaten mengamankan lima unit kereta kelinci. Dari jumlah tersebut, empat unit diantaranya merupakan hasil dari razia di kawasan menuju objek wisata pemancingan dan kuliner di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo dan Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Sabtu (27/1) lalu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge