0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ternyata untuk Ini Tersangka Mencuri Motor N-Max

Tersangka saat diamankan di Mapolresta Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Tersangka kasus pencurian, Galuh Yudha Saputra (22) terjerat hutang hingga akhirnya gelap mata dan melakukan tindak kejahatan. Pemuda asal Sragen ini berencana menjual motor yang digondolnya untuk melunasi hutang-hutangnya.

“Rencananya mau saya buat nyaur hutang. Tapi belum sempat jual malah ketangkap Polisi,” terang tersangka saat ditahan di Mapolresta Solo, Senin (29/1) siang.

Tersangka mengaku, jika dirinya memiliki hutang senilai Rp100juta untuk masuk menjadi TKI di negeri Jiran, Malaysia. Di sana, dia bekerja sebagai pekerja di kilang minyak dengan gaji sekitar Rp15juta perbulan. Setelah enam bulan berselang, tersangka wajib melunasi pembayaran tersebut agar bisa kembali bekerja di Malaysia. Akan tetapi, tersangka hanya mampu menyediakan uang senilai Rp 60 Juta.

“Jadi kurang Rp 30 Juta. Untuk menggenapinya, terpaksa saya mencuri motor tersebut,” ungkap tersangka.

Seperti diketahui, Galuh Yudha Saputra (22) warga Kroyo RT01/ RW01 Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Sragen ditangkap anggota Satreskrim Polresta Solo lantaran menggondol sepeda motor jenis Yamaha N-Max di Kawasan Kleco, Karangasem, Solo pada Rabu (24/1) malam.

Dari laporan korban, Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya tersangka berhasil dibekuk di sebuah warung angkringan tak jauh dari lokasi rumahnya.

“Tersangka dibekuk pada Minggu (28/1) siang, setelah kami menyelidiki kasus pencurian sepeda motor di kawasan Karangasem, Laweyan,” kata Wakasatreskrim Polresta Solo, AKP Sutoyo mewakili Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi kepada wartawan.

Selain mengamankan tersangka, Polisi juga mengamankan sebuah dua buah sepeda motor sebagai barang bukti. Satu motor jenis Yamaha N-Max AD 6064 ZH dan sebuah motor jenis Honda Beat K 6348 SZ juga turut disita lantaran digunakan tersangka sebagai sarana untuk mencuri.

“Dua kendaraan ini kami sita, satu merupakan hasil kejahatan dan satu digunakan sebagai sarana,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge