0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rajamala Jadi Ikon Semanggi, Ini Tanggapan Budayawan

ST Wiyono, budayawan Kota Solo (dok.timlo.net/red)

Solo — Keinginan Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo untuk mengangkat Rajamala menjadi ikon, ternyata mendapat respon yang positif dari kalangan budayawan. Beberapa rekomendasi juga dikeluarkan untuk mendukung keberadaan ikon wisata di kelurahan paling timur Kota Bengawan itu.

“Tidak salah memang kalau Kelurahan Semanggi ini mengangkat Rajamala jadi ikon. Karena dulu perahu Rajamala itu melintas dari Solo menuju Madura melalui sungai Bengawan Solo. Perahu Rajamala itu selalu berlabuh di Kelurahan Semanggi, jadi semacam dermaganya,” ungkap salah satu budayawan Solo, ST Wiyono, Senin (29/1).

Dikatakan, proses pengangkatan ikon budaya ini merujuk pada kekuatan lokus Kelurahan Semanggi. Selain itu, perlu adanya rebranding terhadap Rajamala yang dikaitkan dengan keberadaan dermaga yang ada di kawasan Semanggi.

Penguatan identitas, kata Wiyono, menjadi elemen yang penting dalam menyukseskan ikon Rajamala di Kelurahan Semanggi. Meski membutuhkan waktu, dirinya yakin ikon Rajamala dapat sepenuhnya berhasil melekat di Kelurahan Semanggi.

“Menurut saya harus ada branding yang mendukung keberadaan Rajamala ini sebagai ikon. Bentuk brandingnya bisa bermacam-macam, contoh mudahnya seperti branding lampion pada saat Imlek itu. Karena dilakukan secara konsisten bertahun-tahun maka jadi milik masyarakat Sudiroprajan dan masyarakat Pasar Gede. Saya pikir itu dulu yang perlu dilakukan.” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge