0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sopir Taksi Online Demo, Menhub Prihatin

Menhub Budi Karya Sumadi (merdeka.com)

Timlo.net – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku prihatin dengan aksi demo sopir taksi online di Jakarta, Senin (29/1). Para driver taksi online tersebut menolak diberlakukannya PM 108 Tahun 2017 yang dinilai merugikan driver taksi online.

“Saya prihatin masih ada yang tidak puas. Tapi saya membuka diri untuk diskusi,” kata Menteri Budi di Jakarta, Senin (29/1).

Menteri Budi menjelaskan, salah satu aturan yang tertuang dalam PM 108 2017 tersebut adalah tentang kewajiban pemasangan stiker di badan mobil. Di mana sudah diatur sedemikian rupa agar tidak merugikan driver taksi online. Stiker tersebut berukuran jauh lebih kecil dibanding stiker taksi online di negara lain.

“Di tempat lain stiker itu lebih besar, ini kecil, cuma garis tengahnya 10 cm.”

Hal lain yang diatur yakni batasan kuota. Tujuannya adalah, agar pertumbuhan taksi online bisa terkendali dan tidak mematikan taksi konvensional.

“Sebagai contoh, kuota, kuota kalau dihabisin kan kasian dengan yang lain (taksi konvensional),” ujarnya.

Selain itu, ada aturan batasan tarif atas dan tarif bawah. Hal itu bertujuan agar taksi online tidak memungut tarif terlalu murah sehingga tercipta persaingan usaha yang sehat dengan taksi konvensional.

“Lalu tarif batas kalau dihilangkan kan kasian, mereka-mereka yang sopir-sopir (taksi konvensional) itu kasian. Jadi kalau mendalami secara khusus, tentunya harus saling memahami. Seperti KIR, masa gak mau sih mobil di KIR?”

Menteri Budi menambahkan aturan tersebut juga telah disetujui oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

“Beliau (Menko Luhut) setuju apa yang dilakukan dengan kita memberlakukan PM 108 dan membuka dialog,” katanya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge