0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Soal Masjid Taman Sriwedari, Pemkot: Komunikasi Apa Lagi?

Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Yulistianto (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Meski sempat diprotes Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Pemerintah Kota Solo tetap bersikeras membangun Masjid Taman Sriwedari di lahan eks-Taman Hiburan Rakyat (THR). Pemkot mengklaim pembangunan masjid didukung seluruh komponen umat Islam di Solo.

“Kan sudah kita bicarakan bersama. Ada MUI, Muhammadiyyah, NU, LDII, dan lain sebagainya. Itu kan sudah mewakili,” kata Sekretaris Daerah Solo, Budi Yulistianto, Senin (29/1).

Budi justru mempertanyakan maksud DSKS yang menginginkan Pemkot membuka komunikasi dengan ahli waris. Pasalnya, menurut Pemkot, lahan Sriwedari sudah sah dimiliki Pemkot secara penuh.

“Prosesnya sudah kita lalui semua. Kita sudah mengajukan HP (Hak Pakai) lalu terbit HP 40 dan 41. Komunikasi apa lagi,” kata dia.

Ia kembali menegaskan, sebelum memutuskan untuk melaksanakan pembangunan, Pemkot sudah berembug dengan Ormas-Ormas Islam di Solo. Bahkan menurut informasi yang dihimpun Timlo.net, pimpinan-pimpinan daerah sempat mengadakan safari ke tokoh-tokoh Islam yang tidak terafiliasi ke Ormas untuk meminta restu pembangunan Masjid Taman Sriwedari.

“Dan ormas-ormas Islam juga kita libatkan di kepanitiaan,” katanya.

Menurut Budi, masalah sengketa lahan tak selayaknya diangkat untuk menghambat pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Apalagi pihak ahli waris sudah menyatakan tidak keberatan dengan rencana Pemkot membangun tempat ibadah di tengah kota itu.

“Toh kita sama-sama tidak keberatan. Ya sudah, kenapa dipermasalahkan,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge