0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pulau Ini Pindah Negara Setiap 6 Bulan Sekali

Pulau Faisans di tengah Sungai Bidasoa. (bbc.com)

Timlo.net—Minggu depan, Perancis akan menyerahkan sebuah pulau berukuran 3000 meter persegi kepada Spanyol. Penyerahan itu dilakukan dengan damai. Tapi enam bulan kemudian, Spanyol akan secara sukarela menyerahkan kembali pulau itu kepada Perancis. Hal ini sudah berlangsung selama 350 tahun. Pulau itu adalah pulau Faisans. Pulau itu terletak di dekat Sungai Bidasoa, tepat pada perbatasan dua negara itu.

Kesepakatan unik di antara dua negara itu bermula pada 1659, tulis BBC. Selama tiga bulan, Spanyol dan Perancis bernegosiasi untuk mengakhiri perang panjang di pulau itu. Pulau Faisans memang dianggap sebagai wilayah netral. Jembatan kayu dibangun dari kedua sisi. Selama negosiasi, kedua pasukan dari kedua negara bersiap di masing-masing jembatan kayu.

Kesepakatan perdamaian pun ditandatangani. Kesepakatan itu disebut “the Treaty of the Pyrenees.” Perbatasan dua negara ditentukan dan wilayah dipertukarkan. Kesepakatan itu ditutup dengan sebuah pernikahan antara raja Perancis, Louis XIV dan puteri raja Spanyol, Philippe IV.

Selama enam bulan dalam setahun, mulai dari 1 Februari hingga 31 Juli, pulau itu berada di bawah pemerintahan Spanyol. Enam bulan berikutnya, pulau itu akan berada di bawah pemerintahan Perancis. Pembagian kekuasaan seperti ini disebut condominium. Pulau Faisans adalah salah satu condominium tertua yang pernah ada.

Komandan angkatan laut di kota San Sebastian di Spanyol dan komandan angkatan laut di kota Bayonne di Perancis bertindak sebagai gubernur atau raja muda atas pulau itu. Tapi dalam pelaksanaanya, pengelolaan pulau itu ditangani oleh Walikota Irun di Spanyol dan Walikota Hendaye di Perancis.

Benoit Ugartemendia mengelola divisi taman pulau itu untuk dewan kota Hendaye. Kepada BBC dia mengatakan jika dia mengirim sebuah tim kecil ke pulau itu dengan kapal sekali setahun. Mereka memotong rumput, dan memangkas dahan pohon. Sungai di dekat pulau pasang surut. Orang bisa mencapai pulau itu dengan berjalan kaki saat surut. Polisi Spanyol sendiri sering ditugaskan untuk mengusir orang-orang yang berkemah secara ilegal di pulau itu.

Pulau itu sendiri kecil, panjangnya sekitar 200 meter dan lebarnya 40 m. Masyarakat sangat jarang diundang untuk mengunjungi pulau itu. Hanya para warga yang sudah tua dan orang-orang tertentu yang paham nilai historis dari pulau itu.

Walikota Irun dan Hendaye bertemu belasan kali dalam setahun untuk membicarakan beberapa hal terkait pulau itu. Mereka membahas kualitas air dan hak memancing. Di masa lalu, para nelayan Spanyol mengeluh tentang ukuran kapal Perancis. Sekarang mereka jengkel karena para wisatawan Perancis menaiki kapal di sekitar pulau itu. Para nelayan itu merasa bisnis mereka terganggu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge