0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

USB Gelar Pendampingan Perilaku Pro Lingkungan

USB menggelar pendampingan perilaku pro lingkungan (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi (USB) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat.  Kali ini mengangkat tema Pendampingan Perilaku Pro Lingkungan melalui Produk Ramah Lingkungan.

“Perilaku pro lingkungan adalah sebuah perilaku masyarakat yang bertujuan melestarikan lingkungan melalui upaya-upaya yang konkrit dimana hal tersebut merupakan salah satu ranah dari cabang ilmu psikologi yaitu psikologi sosial,” ungkap Koordinator Tim Mohammad Khasan kepada wartawan, di Kampus USB, Solo, Senin (29/1).

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, menurut Khasan, agar masyarakat semakin menyadari bahwa dalam proses pelestarian lingkungan sekitar perlu dilakukan perilaku yang konkrit melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya prolingkungan atau melestarikan lingkungan yang sudah ada serta memperbaiki kerusakan yang ada agar kehidupan masyarakat sekitar meningkat kualitasnya.

Khasan mengemukakan, kegiatan pengabdian ini bekerjasama dengan Komunitas Kresek. Komunitas ini fokus pada pemanfaatan limbah rumah tangga yang berupa sampah anorganik. Selain itu, untuk pengolahan sampah organik, Fakultas Psikologi USB menghadirkan narasumber seorang dosen dari program studi S-1 Teknik Kimia Fakultas Teknik USB Gregorius Prima Indra.

Sementara itu, pelatihan sampah anorganik dilaksanakan pada hari Rabu (24/1) di Balai Pertemuan Kelurahan Mojosongo, Surakarta. Dalam kesempatan ini, salah seorang dosen dari Fakultas Psikologi USB, Mohammad Khasan memberikan materi singkat sebagai pengantar tentang pentingnya perilaku prolingkungan bagi kehidupan bermasyarakat.

Salah satu perilaku prolingkungan adalah dengan pengolahan sampah baik organik maupun anorganik.Pelatihan pengolahan sampah anorganik dilakukan oleh komunitas Kresek menggunakan beberapa sampah anorganik, seperti bungkus minuman sachet dan lain sebagainya yang kemudian diolah menjadi sebuah bros berbentuk bunga serta hiasan lainnya yang diharapkan dapat menumbuhkan tingkat ekonomi di masyarakat Kelurahan Mojosongo, Surakarta.

Di hari berikutnya, peserta dari warga Kelurahan Mojosongo diberikan pelatihan tentang bagaimana pengolahan limbah atau sampah organik yang diberikan oleh Gregorius Indra. Peserta semakin terlihat antusias, dimana hal ini tercermin dari banyaknya pertanyaan terhadap narasumber dan keseriusan mereka saat mempraktekkan melakukan pengolahan bahan organik yang ada di dalam komposter yang sudah disediakan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge