0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rajamala Diusulkan Jadi Ikon Budaya Semanggi

Cantik Rajamala menjadi maskot Grebeg Semanggi 2016 (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Kelurahan Semanggi, kecamatan Pasarkliwon, Solo serius dengan niatnya untuk mengangkat Rajamala sebagai ikon kelurahan. Keseriusan ini ditunjukkan dengan mengangkat sendratari Rajamala dan Rajamala sebagai ikon budaya, yakni Grebeg Rajamala.

“Kita sudah 4 tahun, secara rutin mengadakannya, baik sendratari maupun juga sarasehan. Yang terakhir diselenggarakan bedah Rajamala di taman cerdas, pada jumat kemarin,” ungkap Lurah Semanggi, Sularso, Senin (29/1).

Meski begitu, beberapa masyarakat masih belum mengerti sejarah dari Rajamala sehingga menyebabkan kesimpangsiuran sejarah. Bahkan, ada yang menganggap Rajamala merupakan hal yang mistik dan tidak patut diangkat.

“Karenanya memang perlu kajian dengan pendekatan kearifan lokal,” kata dia.

Dalam sarasehan tersebut dibahas empat poin penting. Yakni sejarah Rajamala, pengajuan ikon wisata kelurahan, pembakuan kisah dan sendratari Rajamala, dan masa depan wisata terkait dengan Rajamala.

“Narasumber dalam sarasehan tersebut, yakni GPH Puger (Keraton Kasunanan Hadiningrat Surakarta), Prof Darsono (Institut Seni Indonesia Surakarta), ST Wiyono (Budayawan Surakarta), dan masyarakat,” jelasnya.

Sarasehan juga melibatkan kelompok sanggar seni yang ada di Kelurahan Semanggi.

“Ini untuk menyamakan persepsi masyarakat tentang sejarah Rajamala yang selama ini masih simpang siur. Selain itu juga kita ingin minta ijin juga apakah Rajamala ini bisa jadikan ikon budaya. Kita berharapnya Rajamala ini benar-benar bisa menjadi ikonnya Kelurahan Semanggi,” pungkas Pak Lurah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge