0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kurang Kurator Tosan Aji, ISI Dorong Civitas Akademika Bikin Penelitian

Pameran Pesona Keris Bali di Museum Keris Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Keberadaan Tosan Aji selain sebagai benda warisan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, juga memiliki nilai estetika yang tak ternilai. Karenanya kajian tentang perkerisan dan senjata tradisional lainnya didorong untuk semakin maju dan berkembang.

Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang Keris dan Tosan Aji lainnya mengalami kemunduran. Selain lantaran susahnya mendapatkan informasi karena miskinnya referensi berupa buku, juga terdapat keengganan dari civitas akademika.

“Sangat-sangat kurang. Kurator untuk keris di Kota Bengawan ini,” ungkap Didiek Satriana, salah satu dosen kurasi di ISI Solo, Senin (29/1).

Didiek mengatakan, kurator harus mengadakan penelitian, untuk bisa berbicara mengenai Tosan Aji. Karenanya diperlukan penelitian yang mendalam.

“Hasil penelitian bisa diterbitkan sebagai jurnal atau buku, dan ini akan memancing penelitian-penelitian selanjutnya,” jelas dia.

Kekurangan kurator Tosan Aji ini, kata Didiek, bisa mengakibatkan kekeliruan sejarah, maupun kekeliruan dalam bidang keilmuan. Sebab, Tosan Aji hanya dijelaskan secara lesan, dan diberikan turun temurun.

“Sedangkan budaya lesan sendiri kan berkembang juga. Artinya perlu kajian serius dan perlu penelitian mendalam tetang Tosan Aji. Kita dorong mahasiswa untuk melakukan penelitian,” kata dia.

Sementara Kepala UPT Museum, Bambang MBS mengatakan, dirinya sangat terbuka menerima peneliti dari manapun. Pihaknya siap memfasilitasi berupa perpustakaan dan ruang belajar yang ada di museum.

“Tantu sambutan positif dari kami. Peneliti dari manapun kita terima, kita beri fasilitas di perpustakaan dan ruang yang kita miliki,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge