0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kenalan Lewat Facebook, ABG Dipacari dan Dicabuli 

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Pergaulan anak jaman sekarang kadang membuat orangtua miris. Tidak jarang remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas diawali dengan perkenalan di media sosial. Inilah yang terjadi pada seorang anak baru gede (ABG), sebut saja Bunga (16) yang kehilangan keperawananya setelah berkenalan dengan pemuda melalui facebook.
“Awalnya melalui perkenalan melalui media sosial, kemudian diajak berpacaran dan akhirnya disetubuhi,” kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Sabtu (27/1).
Pelaku sendiri diketahui bernama Afeb Candra Kusuma (19), warga Dukuh Senggot RT 12, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Setelah berkenalan dengan korban di media sosial keduanya tak berapa lama resmi berpacaran.
Janji untuk bertemu pun akhirnya direncanakan. Awalnya mereka janji ketemuan di Taman Kridoanggo pada 16 Januari 2018 lalu. Kemudian diajak jalan-jalan dan akhirnya korban diajak singgah ke rumah pelaku.
Kebetulan waktu itu rumah dalam keadaan sepi, lantaran orang tua korban sudah bercerai dan ibu pelaku bekerja di luar negeri. Rupanya situasi itu dimanfaatkan pelaku untuk mengajak korban berhubungan layaknya suami istri di kamar.
“Tersangka menggunakan bujuk rayunya untuk mengajak hubungan suami istri,” ujar Kapolres.
Sebenarnya ajak an tersebut sempat ditolak oleh korban dengan alasan takut kalau hamil. Namun pelaku menyakinkan dan bersedia tanggung jawab kalau nanti korban benar-benar hamil. Dengan setengah terpaksa akhirnya kedua insan berlainan jenis yang belum menikah tersebut melakukan hubungan badan.
Terbongkarnya perbuatan haram tersebut setelah orang tua korban, Mur (48), warga Kecamatan Ngrampal, Sragen menyuruh korban untuk menggiling beras ketan  pada 18 Januari 2018. Namun setelah ditunggu sampa keesokan harinya, bahkan sampai empat hari berikutnya korban tidak kembali ke rumah.
Karena merasa  curiga, ibu korban kemudian menyebar informasi melalui media sosial facebook untuk mengetahui keberadaan anak perempuannya tersebut. Baru pada tanggal 22 Januari, ibu korban mendapat informasi kalau korban berada di rumah pelaku.
Setelah dicek di rumah pelaku ternyata benar anaknya memang berada di rumah pelaku. Dari pengakuan pelaku kepada orangtua korban, mereka telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak 10 kali. Semua perbuatan persetubuhan tersebut dilakukan di rumah pelaku.
Atas perbuatan tersebut orangtua korban merasa tidak terima dan melaporkan perbuatan tersebut ke Polres Sragen guna proses lebih lanjut.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge