0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Keluarga Tak Ada Firasat Apapun

Keluarga Dera Dewanti, korban pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia, dihadirkan di Mapolres Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Kematian karyawati sebuah BPR di Colomadu menyisakan duka bagi keluarga dan teman-teman SMAnya. Mereka sangat menyesalkan, Dera Dewanti Dirgahayu, meninggal dengan cara tragis.

“Keluarga sangat kehilangan, Dera ini sosok yang baik, supel, bisa diterima dimanapun,” kata Richard Danu Nur Aji, kakak Dera yang ditemui di Mapolres Boyolali, Minggu (28/1).

Richard mengaku terkahir kali keluarga bertemu dengan Dera pada Jumat (19/1), tiga hari sebelum Dera ditemukan meninggal di pintu masuk Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali. Saat itu, keluarga tidak melihat sikap atau tingkah aneh Dera.

“Tidak ada yang aneh, tidak ada firasat apapun, Dia sering pulang ke Semarang,” imbuhnya.

Kini keluarga menyerahkan proses hukum kepada jajaran berwajib Polres Boyolali. Keluarga berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Kita sangat berterimakasih kepada Polres Boyolali yang begitu cepat mengungkap dan menangkap pelaku,” tambahnya.

Dera Dewanti, ditemukan meninggal dunia di pintu masuk Waduk Cengklik dalam kondisi telanjang, mulut disumpal kain dan tangan diikat. Dera dibunuh pelaku pencurian dengan kekerasan, yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Jasad Dera ditemukan warga pada Senin (22/1).

Sementara Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andie, mengungkapkan, korban sama sekali tidak ada kekerasan seksual. Pelaku yang saat ini ditahan di Mapolres Boyolali, sengaja melucuti pakaian Dera sebelum dibuang. Terkait luka di paha dan payudara yang menyerupai luka sudutan rokok, Kapolres menjelaskan luka tersebut bekas alergi.

“Murni pencurian, tidak ada pemerkosaan,” tandas Kapolres.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge