0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Zakat Solusi Pengentasan Kemiskinan

Karanganyar — Penyaluran zakat, infaq dan sadaqah (ZIS) bersumber APBN, APBD provinsi dan APBD kabupaten/kota dipastikan mampu mengurangi derajat kemiskinan. Sebab, jumlahnya akan signifikan jika dihitung secara proporsional.

“Uang yang tersedia di APBD dan APBN itu kalau dihitung, berapa ratus miliar yang dipakai untuk bayar gaji pegawai? Padahal 2,5 persennya adalah harta umat. Sesungguhnya Jawa Tengah masih dililit kemiskinan. Kalau zakat dari gaji pegawai negeri dan instansi samping digarap dengan baik, maka pasti bisa mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah, Farhani saat membuka Rakerda Baznas di Karanganyar, Senin (22/1).

Ia memandang lembaga UPZ mutlak dibentuk di tiap kabupaten/kota sampai ke desa-desa. Lembaga ini memudahkan masyarakat membayar kewajibannya itu. Ia juga mengatakan potensi dana umat sangat besar, dari kantung para ASN tenaga kependidikan bersertifikasi.

Sugiyarso, Ketua BAZNAS Karanganyar, mengatakan target tahun 2017 Rp 12 miliar. Namun faktanya melebihi menjadi sekitar Rp 13,5 Miliar. Sedangkan penerimaan zakat fitrah mencapai Rp 1,7 Miliar yang bersumber dari ASN dan swasta serta takmir masjid se Kabupaten Karanganyar yang diberikan kepada fakir miskin.

“Perolehan jumlah ZIS yang dikumpulkan oleh BAZNAS Karanganyar mulai didirikan selalu mengalami peningkatan. Hal ini karena mendapat dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat,” kata Sugiyarso.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge