0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pelaku Usaha Taksi Konvensional Apresiasi Kebijakan Pemerintah

ilustrasi taksi (merdeka.com)

Solo – Pelaku usaha taksi konvensional mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah menetapkan regulasi untuk mengatur keberadaan taksi online. Dengan adanya payung hukum itu diharapkan suasana menjadi kondusif, serta mendorong adanya sinergisitas antar pelaku usaha transportasi yang sudah ada.

“Tentunya kita sangat mengapresiasi regulasi ini. Setidaknya dengan adanya regulasi itu ada kepastian hukum. Karena Indonesia kan Negara hukum,” ujar Direktur Gelora Taksi, Meddy  Sulistyanto kepada Timlo.net, Senin (22/1).

Regulasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek tersebut mewajibkan pelaku usaha taksi online yang beroperasi saat ini untuk melakukan uji KIR, penggunaan SIM Umum, pemasangan stiker dan juga mereka diharuskan untuk berbadan hukum.

“Karena diregulasi itu mewajibkan harus berbadan hukum, kami juga siap membuka diri bagi para pengendara taksi online yang ingin bergabung. Sehingga harapannya melalui regulasi ini ada sinergisitas antar pelaku usaha transportasi yang sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu, Perhimpunan Pengemudi Online Solo Raya (PPOSR), Agus Maryono menyampaikan, terkait dengan adanya regulasi tersebut anggotanya saat ini sudah mulai mempersiapkan untuk dapat memenuhi syarat yang telah ditentukan. Hanya saja diakui, hingga saat ini beberapa anggotanya masih banyak yang bingung karena belum adanya sosialisasi dari dinas terkait.

“Misalnya soal berbadan hukum. Sampai saat ini ini kita masih bingung harusnya seperti apa, ataukah berbentuk koperasi atau harus bekerjasama dengan yang sudah ada. Karena sampai saat ini kita belum ada kejelasan atau sosialisasi dari pemerintah,” tandasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mempertanyakan soal adanya batasan atau kuota. Mengingat saat ini jumlah pengendara taksi online di Soloraya cukup banyak. bahkan di PPOSR sendiri tercatat ada sekitar 500-an. Data tersebut juga sifatnya masih sementara, dan terus berubah setiap saat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge