0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

E-Warung Solusi Problem Rastra

Karanganyar — Program bantuan pangan nontunai diklaim mampu meminimalisasi keluhan masyarakat penerima beras rastra terkait kualitasnya. Melalui e-warung, pengelolanya dipersilakan menjual beras kualitas bagus dari penyedianya.

“Pengelola bebas bekerjasama dengan penyedia barang ke e-warung, misalnya Bulog, petani maupun berburu sendiri ke selepan,” kata Kepala Dinsos Karanganyar, Agus Heri Bindarto kepada wartawan, Minggu (21/1).

Meski begitu ada standar pemerintah untuk nilai jual beras di e-warung. Pengelola e-warung ini dari masyarakat sendiri. Diawasi oleh 112 pendamping PKH (program keluarga harapan).

Kabid Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinsos Karanganyar, Marno mengatakan 10 orang anggota pengelola e-warung akan mendapat pelatihan IT. Ditanya keberlanjutan program rastra, setahu dirinya masih berlanjut dengan jadwal penyaluran 25 Januari mendatang. Hanya saja, masyarakat hanya mendapat 10 kilogram beras dan tak perlu menebusnya. Biasanya dijatah 15 kilogram.

“Dulu, tebusnya Rp 1.600 perkilogram dengan jatah 15 kilogram. Di masa peralihan ini, hanya dapat 10 kilogram dan enggak usah ditebus,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kemensos bekerjasama dengan mitra perbankan akan menyediakan 12 e-warung di Karanganyar. Penerapan program pangan nontunai ini akan dimulai Maret mendatang di Karanganyar dengan komoditas beras dan telur.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge