0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Siswa SMP “Sulap” Biji Salak Jadi Bubuk Kopi

Saat siswa melakukan kegiatan Karya Ilmiah Remaja Kosalak (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sebanyak 30 siswa-siswi SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kotabarat Surakarta dalam kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) berhasil memanfaatkan biji buah salak menjadi bubuk kopi. Bubuk kopi tersebut kemudian dikemas dan diberi nama Kosalak.

“Buah salak dipilih karena mudah didapat dan harga terjangkau, dan biasanya biji salak hanya dibuang saja. Padahal biji tersebut bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang berguna dan tidak memiliki efek kesehatan,” jelas Pembimbing KIR SMP Muhammadiyah PK Kotabarat, Surakarta Nurul Fitria kepada Timlo.net, di sekolah setempat, Senin (22/1).

Nurul mengatakan, pembuatan produk bubuk kopi dari biji buah salak merupakan program dari ekstra kurikuler KIR SMP Muhammadiyah PK Solo diikuti 30 siswa.

“Biji Salak yang biasanya dibuang di sampah saja, bahkan mengotori lingkungan, mengapa tidak dicoba untuk dimanfaatkan. Itulah latar belakang, kenapa kami mencoba memilih biji Salak,” ujar Nurul yang juga guru Sains.

Proses pembuatan kopi salak, menurut Nurul, cukup mudah. pertama buah salak dikupas kulitnya kemudian dihaluskan dengan parut. Lalu, parutan daging salak disangrai (digoreng tanpa minyak) hingga kandungan airnya habis. Sementara itu, kopi dilelehkan dalam sebuah wadah hingga mencair. Lelehan cairan kopi tersebut dicampur dengan parutan buah salak dalam wadah cetakan. Campuran olahan kopi salak tersebut dibiarkan selama 30 menit hingga membeku. Olahan kopi salak tersebut juga bisa dimasukkan ke dalam lemari es (kulkas) agar cepat menjadi beku.

Nurul Fitria juga menambahkan dalam proses pembuatan kopi salak tersebut, para siswa juga bisa mempelajari proses perubahan fisika dan kimia. Perubahan fisika bisa dilihat dalam proses meleburnya kopi. Bisa pula dilihat dalam proses adonan kopi salak berubah menjadi beku.

Sementara itu, Kartika Nurhayati, salah satu siswa kelas 8 mengatakan, kegiatan karya mengubah biji Salak menjadi bubuk kopi merupakan kegiatan yang menantang. Karena membuat produk baru yang berbeda dengan yang lain.

“Kegiatan seperti ini baik bagi pelajar. Salah satunya mendorong untuk bisa berkreatif dan berinovasi,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge