0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Prabowo Ingin Kasus Penembakan Kadernya Terus Dikawal

facebook @Fernando Wowor (merdeka.com)

Timlo.net – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berpesan agar penyelidikan kasus penembakan terhadap kader Gerindra, Fernando Wowor, terus dikawal.

“Pak Prabowo sudah tahu dan ikut berduka cita. Beliau berpesan untuk mengontrol penegakkan hukum dalam artian memastikan agar pelaku dihukum sebagaimana mestinya,” ujar Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, Senin (22/1).

Nantinya, Habiburokhman akan meminta SP2HP atau Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan ke Kepolisian secara reguler.

“Kita tunggu saja dari Kepolisian. Nanti fakta-fakta sudah beredar di masyarakat gimana yang menyebabkan rekan kami meninggal dunia,” jelasnya.

“Sehingga kita tunggu dalam waktu yang proper seperti apa,” tambahnya.

Meski demikian, Habiburokhman mengakui jika dirinya tidak mengenal dekat mendiang Fernando. Namun, yang pasti Fernando merupakan rekan mahasiswa yang sudah menjadi kader.

“Secara pribadi saya tidak kenal dekat almarhum. Namun, beliau kader sehingga kita berkepentingan bertindak melindungi beliau. Jadi kita mengadvokasi masalah yang menimpa kader,” tuturnya.

Habiburokhman menegaskan perlindungan hukum yang diberikan bukan semata Fernando pernah menjadi ajudan Prabowo.

“Jadi bukan semata karena ajudan (Prabowo) ya,” tandasnya.

Sebelumnya, Fernando tewas setelah peluru yang berasal dari senjata api jenis Glock milik Briptu AR bersarang di bagian dadanya.

Sementara, Briptu AR harus dirawat di rumah sakit karena luka parah di bagian muka serta satu jari tangan bagian kirinya putus akibat dikeroyok oleh sejumlah rekan korban.

Kepala Bidang Hukum Polda Jawa Barat, Kombes Iksantyo Bagus Pramono mengatakan, pihaknya masih menggali keterangan dari para saksi untuk mengetahui penyebab insiden penembakan itu. Termasuk meminta keterangan langsung kepada Briptu AR alasan mengunjungi tempat hiburan malam tersebut.

“Sementara masih kita perdalam. Dalam rangka apa yang bersangkutan datang ke tempat itu. Dari surat-surat sudah kita cek, dia anggota Brimob Kelapa Dua. Kita juga sudah lakukan koordinasi dengan Komandan Brimob di sana,” ucap Iksantyo.

Insiden penembakan itu terjadi ketika korban bersama rekan-rekannya terlibat keributan dengan Briptu AR di area parkir Lips Club Bogor, Sabtu, dini hari. Informasi yang didapat, keributan antara keduanya dipicu persoalan saling tidak mau mengalah saat berada di lokasi parkir diskotek itu.

Saat itu, korban yang mengendarai mobil hendak masuk ke dalam untuk memarkirkan kendaraannya. Kemudian, pada saat bersamaan, muncul Briptu AR bersama seorang teman wanitanya yang ingin keluar dari area parkir.

Karena sama-sama tidak mau mengalah, mereka pun terlibat cekcok mulut. Korban bersama sejumlah temannya yang turun dari dalam mobil langsung menghampiri Briptu AR.

Merasa terdesak, Briptu AR pun mengeluarkan senjata api. Terjadi saling rebutan senjata di antara mereka. Kemudian, terdengar suara letusan senjata api yang mengenai dada korban. Melihat korban terluka, teman-teman yang lainnya langsung mengeroyok Briptu AR.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge