0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gagal Beraksi, Duo Jambret Jadi Sasaran Amuk Massa

Ilustrasi penjambretan (dok.timlo.net/tya)

Solo — Dua jambret menjadi bulan-bulanan massa setelah aksinya gagal di Kawasan Jl KH Samanhudi, Kampung Mangkuyudan, Purwosari, Laweyan, Solo, Jumat (19/1) malam. Kedua tersangka jambret diketahui bernama Triyogo Cahyono (23) warga Kampung Jogosuran RT04/ RW06, Danukusuman, Serengan, dan Bambang Nugroho (26) warga Kampung Gabudan RT01/ RW09, Joyosuran, Pasar Kliwon.

“Keduanya sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya anggota Polsek Laweyan datang untuk mengamankan keduanya,” terang Kapolsek Laweyan Kompol Santoso, Senin (22/1) siang.

Peristiwa ini bermula saat korban Esti Juni Purwati (22) warga Polokarto, Sukoharjo sedang makan di salah satu rumah makan di Kawasan Jalan Samnhudi, Purwosari, Laweyan. Waktu itu, korban menaruh telepon genggam miliknya diatas meja. Melihat hal itu, tersangka Triyogo gelap mata dan mengincar telepon genggam milik korban.

Dengan berpura-pura membeli es teh, pelaku langsung menyaut handphone korban. Melihat HP kesayangannya berpindah tangan, korban berteriak maling dan berupaya mengejar pelaku. Teriakan korban ternyata didengar warga yang turut membantu korban. Alhasil, tersangka Triyogo berhasil ditangkap dan menjadi bulan-bulanan massa.

Sementara, rekan pelaku yang berperan sebagai pengendara motor juga tak luput dari amuk massa yang geram dengan ulah mereka. Beruntung, aparat segera datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan kedua tersangka.

“Tersangka Triyogo paling parah. Sedangkan, rekannya Bambang tidak begitu parah meski juga menjadi sasaran warga,” jelas Kapolsek.

Usai peristiwa tersebut, kedua tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Mapolsek Laweyan. Selain menangkap dua tersangka, polisi juga mengamnakna sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit motor jenis Honda Beat AD 4315 XA dan sebuah HP merk Xiomi Redmi 4A warna gold.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge