0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Selidiki Sebuah Kasus, Polisi Malah Temukan Praktek Prostitusi di Dolly

Ilustrasi Prostitusi (merdeka.com)

Timlo.net — Lokalisasi Dolly dan Jarak di Kecamatan Sawahan memang sudah ditutup oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini beberapa tahun silam. Namun kenyataannya, bisnis prostitusi di eks lokalisasi terbesar se Asia Tenggara ini masih menggeliat.

Penggerebekan yang dilakukan anggota Sat Reskrim Polrestabes Surabaya di salah satu wisma terselubung di kawasan tersebut menjadi bukti bahwa Dolly masih eksis.

“Kami mendapati perempuan yang melayani tiga pria hidung belang di kamar masing-masing,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Minggu (21/1).

Dalam penggerebekan itu, kata Sudirman, selain mengamankan para PSK dan pelanggannya, polisi juga menangkap dua muncikari, yaitu Tasipin (30) dan Baski (29) yang merupakan warga asal Tuban.

Untuk mengelabui polisi, para pelaku mematikan lampu ruangan wisma agar tidak terlihat aktivitas di dalamnya karena gelap.

“Sementara para muncikarinya mencari pelanggan dengan cara mendekati pria-pria yang melintas di kawasan Dolly,” tutur Sudirman.

Menurutnya, para muncikari tersebut paham benar dan pandai memilih mana orang yang sekadar melintas atau yang ingin mencari PSK.

“Ini bisa dilihat dari gerak gerik orang yang berhenti seolah mencari sesuatu,” katanya lagi.

Penggerebekan yang dilakukan, kata Sudirman, tergolong tanpa sengaja. Sebab, kejadian itu bermula dari anggotanya yang berpakaian preman tengah menyelidiki kasus lain. Namun, saat polisi berpakaian preman ini terlihat mondar-mandir di sekitar Dolly, malah didatangi muncikari dan ditawari PSK.

“Dari situlah dilakukan penggrebekan di dalam kamar,” katanya.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita alat kontrasepsi, seprei, sarung, tisu bekas lap sperma, serta uang tunai Rp 1.276.000 dari hasil transaksi.

Sementara kedua muncikari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku sudah beroperasi selama enam bulan. Mereka menjual para PSK Rp 300 ribu sekali main.

“Pembagiannya Rp 200 ribu untuk PSK-nya, Rp 50 ribu untuk mucikari, dan Rp 50 ribu untuk bayar kamar,” kata salah satu tersangka kepada penyidik.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge