0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Serapan Beras Bulog Tak Maksimal, Ini Alasannya

(Ilustrasi) Gudang beras Bulog (dok.timlo.net/red)

Solo — Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Solo mengakui serapan beras yang dilakukan kepada petani selama ini kurang maksimal. Hal itu dikarenakan harga pokok pembelian (HPP) beras yang ditetapkan oleh pemerintah terlalu rendah dari harga yang berlaku di pasaran.

“Harga pokok pembelian untuk beras yang ditetapkan pemerintah hanya sebesar Rp 7.300 per kilogram. Sedangkan untuk gabah hanya Rp 3.700 per kilogram,” ujar Kepala Bulog Subdivre III Solo, Titov Agus S kepada wartawan, Jumat (19/1).

Menurutnya, dengan penetapan harga yang dilakukan oleh pemerintah tersebut dianggap tidak mampu menjangkau harga yang berlaku di pasaran. Pasalnya, harga beras yang terjadi di pasaran saat ini tercatat lebih dari Rp 9 ribu per kilogram.

“Karena itu, pada periode tahun sebelumnya dari target penyerapan beras sebesar 114 ton kita hanya mampu memenuhinya sebanyak 65 persen saja,” jelasnya.

Kendati upaya dan capaian yang coba dilakukan selama ini sudah maksimal, namun Titov mengaku tahun ini pemerintah masih tetap menggunakan harga pokok pembelian yang sama. Hanya saja, untuk target serapan beras yang dilakukan lebih diturunkan.

“Untuk tahun ini target serapan beras yang kita lakukan hanya 85 ribu ton. Sehingga lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai 114 ton,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge