0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Coba Tahan Bersin, Tenggorokan Pria Ini Rusak

Menahan bersin dengan memencet hidung. (metro.co.uk)

Timlo.net—Menutupi hidung dan mulut saat bersin mungkin terkesan tidak berbahaya. Bahkan masyarakat menyarankan hal ini demi kesopanan. Tapi para dokter rupanya menyatakan jika hal ini berbahaya. Seorang pria mengalami kerusakan pada tenggorokan belakangnya. Spesialis telinga, hidung dan tenggorokan di the University Hospitals of Leicester NHS Trust berkata jika mencoba menahan bersin dengan menutupi hidung dan mulut bukanlah cara yang baik. Hal itu bisa menimbulkan beragam komplikasi.

Dalam tulisan di jurnal BMJ Case Reports, para ahli itu menulis tentang kasus seorang pria berusia 34 tahun. Dia dikatakan sehat dan bugar. Tapi harus dirawat di rumah sakit selama seminggu. Dia tidak bisa bicara atau menelan setelah mengalami spontaneous perforation pada hulu tenggorokannya. Mereka berkata jika kondisi itu tidak biasa. Seringkali disebabkan oleh trauma atau kadang-kadang karena muntah, atau batuk berat. Jadi kondisi pasien itu awalnya mengejutkan para dokter di instalasi gawat darurat (IGD).

Dia mengaku jika dia merasakan ada sesuatu yang menonjol di lehernya. Sensasi itu muncul setelah dia mencoba menahan bersin dengan memencet hidung dan menutup mulutnya secara bersamaan. Dia lalu merasa kesakitan menelan dan tidak bisa bicara. Saat dokter memeriksanya, mereka mendengar suara letupan dan derakan. Suara itu terdengar dari leher hingga ke tulang rusuknya. Itulah tanda jika gelembung udara menjangkau hingga ke jaringan dalam dan otot di dada. Hal ini terlihat dalam hasil scan. Karena ada resiko komplikasi yang serius, dia dibawa ke rumah sakit. Dia terpaksa makan dari selang dan diberikan antibiotik lewat infus hingga pembengkakan dan rasa sakitnya berkurang, tulis Metro.co.uk.

Setelah tujuh hari, pria yang tidak disebutkan namanya itu bisa pulang. Tapi dia disarankan untuk tidak menutup hidung dan mulutnya saat bersin di masa mendatang. “Menghalangi bersin dengan menutup hidung dan mulut adalah gerakan berbahaya dan seharusnya dihindari,” ujar para ahli.

“Hal ini bisa menyebabkan sejumlah komplikasi seperti pseudomediastinum (udara terjebak di dada di antara dua paru-paru), perforasi membran timpanik dan bahkan rusaknya cerebral aneurysm (pembengkakan pembuluh darah di otak),” tambah mereka.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge