0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Survei Kebebasan Dunia, Indonesia Peringkat 64

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Indonesia masuk kategori negara ‘bebas sebagian’ dalam survei soal Kebebasan Dunia 2018. Dari 195 negara yang disurvei, Indonesia masuk peringkat 64. Survei dilakukan oleh Lembaga pemantau hak asasi Freedom House yang bermarkas di Amerika Serikat

Untuk kategori kebebasan politik, Indonesia mendapat skor 2 dari skala 7. Dan kebebasan sipil berada di skor 4 dari skala 7. Angka 1 berarti paling bebas dan angka 7 berarti paling tidak bebas.

Dikutip dari laman Freedom House, laporan ini menyebutkan, secara umum, sebanyak 45 persen dari 195 negara dinyatakan ‘bebas’, 30 persen ‘bebas sebagian’, dan 25 persen ‘tidak bebas’. Secara populasi ada 39 persen warga dunia yang saat ini kondisinya dinyatakan ‘bebas’, 24 persen ‘bebas sebagian’ dan 37 persen ‘tidak bebas’.

Finlandia, Norwegia, dan Swedia, berada di puncak sebagai negara paling ‘bebas’ dengan skor 100, diikuti Kanada (99). Negara-negara di urutan paling bawah yang dinyatakan paling ‘tidak bebas’ adalah Suriah (1), Tibet (1), Sudan Selatan (2), Korea Utara dan Eritrea (3).

Laporan ini juga menyimpulkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut menggerus standar demokrasi Amerika yang menyebabkan menurunnya tingkat kebebasan global.

“Demokrasi sedang diserang dan mengalami kemunduran di seluruh dunia, krisis ini kian parah seiring standar demokrasi Amerika yang merosot dengan cepat,” kata kesimpulan laporan Freedom House, seperti dilansir laman CNN, Selasa (16/1).

Dalam beberapa dekade, pada 2017, demokrasi di berbagai belahan dunia mengalami krisis serius dilihat dari parameter pemilihan umum yang bebas dan adil, hak-hak minoritas, serta kebebasan pers serta penegakan hukum.

Tahun 2017 juga menjadi tahun ke-12 penurunan tingkat kebebasan dunia secara global. Negara seperti Turki, Venezuela, Polandia, dan Tunisia termasuk dalam 71 negara yang standar kebebasannya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Laporan Indeks Kebebasan di Dunia ini sudah dipublikasikan sejak 1973 dan kerap menjadi rujukan para penentu kebijakan, wartawan, akademisi, aktivis, dan kalangan lain.

[pan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge