0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Soal Tembok Keraton, Ini Rekomendasi BPBD Solo

Tembok sebelah utara Bangsal Langensari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ambruk dipasangi garis polisi (dok.timlo.net/heru gembul)

Solo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo merekomendasikan agar sisa tembok keraton yang sudah retak segera dibongkar. Hal itu didasarkan atas pengamatan BPBD terhadap kondisi bangunan di sekitar tembok yang roboh Senin (15/1) malam.

“Secara teknis penanggulangan bencana ini jelas harus dirobohkan sekalian karena berbahaya,” kata Kepala BPBD Solo, Eko Prajudy Noor Ali, Selasa (16/1).

Seperti diketahui, tembok keliling keraton (cepuri) di Barat Sasana Putra, kediaman raja, kemarin malam roboh menyingkap tembok ruang yang dahulu berfungsi sebagai sentral kendali listrik Keraton Surakarta. Namun rupanya tembok tersebut juga sudah retak. Salah satu sudutnya pun ikut roboh sehingga sebagian atap ruangan tersebut menggantung tanpa penyangga. Tak hanya itu, di tembok sisi barat terdapat retakan cukup besar dan sudah tampak miring.

“Kena getaran sedikit saja bisa roboh. Apalagi atapnya itu sudah nggandul (menggantung),” kata Eko.

Kendati demikian, ia menyerahkan keputusan kepada pihak keraton selaku pemilik bangunan. Apalagi kompleks keraton termasuk kawasan cagar budaya sehingga BPBD tak bisa bertindak sembarangan.

“Terserah keraton dan Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya nanti bagaiman. Yang jelas kita siap kalau sewaktu-waktu diminta untuk turun tangan,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge