0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemilik Akun Ringgo Abdillah Divonis 1,5 Tahun

Terdakwa penghina Presiden dan Kapolri saat menjalani sidang (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang netizen pengguna akun facebook, M Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah dinyatakan bersalah oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan. Pemuda ini dinyatakan terbukti bersalah mendistribusikan informasi yang menghina Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Facebook. M Farhan divonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider 1 bulan kurungan.

Farhan dinyatakan telah terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 27 ayat (3) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Mengadili, menyatakan terdakwa M Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah telah terbukti secara sah dan meyakinkan tanpa hak membuat dan mendistribusikan informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik,” kata ketua majelis hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo, Selasa (16/1).

Seusai mendengar putusan majelis hakim, Farhan langsung menyatakan menerima, begitu pula Jaksa Penuntut Umum (JPU), Raskita JF Surbakti.

“Saya terima Yang Mulia,” ucap Farhan.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim memang lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU meminta agar Farhan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Perkara ini berawal dari aktivitas Farhan di media sosial. Dia memposting meme dengan gambar Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Facebook dan Twitter.

Seorang anggota polisi kemudian melaporkan postingan yang dianggap menghina itu ke Mapolrestabes Medan.

Pada 9 Agustus 2017, Farhan pun dibekuk di rumah orang tuanya, Jalan Bono, Glugur Darat I, Medan Timur. Dari kamar pemuda putus sekolah itu disita barang bukti yang digunakan Farhan untuk mengedit foto dan membuat postingan di Facebook.

Di persidangan, Farhan mengaku nekat membuat postingan itu karena kesal dengan kebijakan pemerintah. Harga-harga naik, pengangguran tinggi, dan pangan diimpor.

[ian]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge