0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Siswa SMP Dikeroyok Tiga Kakak Kelas, Ini Gara-Garanya

ilustrasi pengeroyokan (dok/redaksi.timlo.net)

Solo — Tindak penganiayaan terjadi di salah satu SMP negeri di Kota Solo. Seorang siswa dianiaya tiga kakak kelasnya.

“Peristiwanya terjadi pekan kemarin, saat ini dilakukan mediasi antara pelaku dan korban,” terang Kapolsek Laweyan Kompol Santoso melalui Kasi Humas Aiptu Herianto, Selasa (16/1) siang.

Dikatakan, pelaku penganiayaan berinisial FDR (15), BG (15) dan AG (15) terhadap korban berinisial FPA (13). Kasus ini bermula dari masalah sepele antar tiga pelaku dan korban. Hingga akhirnya, usai pulang sekolah, korban dicegat dan dikeroyok oleh tiga pelaku tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka parah di bagian pelipis kanan dan mendapat tujuh jahitan saat dirawat RS Panti Waluyo, Kerten, Laweyan.

“Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi sekolah. Petugas memintai keterangan ke pihak sekolah dan tiga pelaku penganiaya,” jelas Herianto.

Ketiga pelajar, lanjut dia, mengakui perbuatannya dihadapan petugas Bhayangkara pembinanaan dan keamanan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas) Jajar dan kepala sekolah. Penganiayaan dipicu karena ketiga pelaku merasa tersinggung dengan ucapan FPA.

“Tindakan ketiga pelajar menganiaya adik kelasnya hingga babak belur tidak dibenarkan. Kami tidak memproses secara hukum kasus ini karena ketiga pelaku penganiayaan masih di bawah umur,” kata dia.

Polsek Laweyan, kemudian melakukan mediasi dengan mempertemukan orang tua korban dan pelaku di sekolah. Mediasi disaksikan oleh guru kesiswaan dan bimbingan konseling (BK).

“Ketiga pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada korban. Oran tua ketiga pelaku bersedia membiayai pengobatan FPA di rumah sakit sampai sembuh. Kami bersama pihak sekolah akan terus mengawal hasil mediasi ini,” katanya.

Usai peristiwa tersebut, ketiga yang masih di bawah umur ini disuruh untuk membuat surat pernyataan. Surat pernyataan tersebut berisikan agar ketiga pelaku tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Kami memerintahkan Babinkamtibmas di Laweyan melakukan sosialisasi agar tidak ada kasus penganiayaan serupa di sekolah wilayah Laweyan,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge