0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Warga Luar Solo di HP 16 Harus Angkat Kaki

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih mendata warga pemilik hunian liar di lahan Hak Pakai (HP) 16 di Kampung Kenteng, Semanggi, Pasar Kliwon. Pendataan tersebut sekaligus memisahkan warga ber-KTP Solo dari warga luar Kota Solo yang menempati tanah milik pemerintah itu.

“Yang tidak ber-KTP Solo tidak ikut penataan,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo saat ditemui di Balaikota Solo, Senin (15/1).

Saat ini, lahan seluas 50.000 meter persegi itu dihuni sekitar 600 keluarga yang telah menghuni lahan tersebut selama puluhan tahun. Khusus warga ber-KTP Solo, Pemkot berencana menghibahkan sebagian lahan tersebut setelah penataan kawasan Kenteng.

“Nanti kan di sana akan kita bangun kantor kelurahan, taman, masjid, dan sisanya kita buatkan permukiman untuk warga,” kata dia.

Setelah penataan, lanjut Rudy, warga akan diberi sertifikat hak milik sehingga mereka dapat menempati lahan tersebut secara legal. Sementara untuk penghuni yang tidak tercatat sebagai warga Solo, Pemkot hanya memberi uang bongkar. Pasalnya, pembangunan hunian tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo 2018.

“Tidak bisa (dapat sertifikat). Anggaran Pemkot Solo ya untuk warga Solo,” kata Walikota.

Rudy yakin jumlah warga yang tidak ber-KTP Solo yang menempati HP 16 tidak banyak. Apalagi, mayoritas warga telah menempati lahan tersebut sejak tahun 1980-an. Bahkan lebih lama. Menurutnya, warga yang tidak memiliki KTP Solo bisa dipastikan merupakan penghuni baru.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge