0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Kebakaran, Solo Programkan Satu APAR Satu RT

Linmas Kecamatan Laweyan Solo mengikuti latihan dan simulasi pemadaman api (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kasus kebakaran di Kota Solo mengalami peningkatan setiap tahunnya. Upaya pencegahan, mulai dari peningkatan kewaspadaan hingga pemberian pelatihan pemadaman kepada masyarakat terus digenjot guna menekan jumlah kasus kebakaran. Yang paling anyar, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo memprogramkan satu APAR (Alat Padam Api Ringan) satu RT guna menyentuh masyarakat paling bawah.

“Pada 2017 lalu sudah ada program pemerataan APAR untuk setiap kelurahan. Hingga tahun 2021 mendatang, kita programkan hingga tingkat RT,” ungkap Kepala Damkar Kota Solo, Gatot Sutanto, Senin (15/1).

Dikatakan, berdasarkan data Dinas Damkar setempat, bencana kebakaran sepanjang 2017 lalu lebih tinggi dibanding tahun 2016. Kasus kebakaran paling banyak terjadi menimpa rumah warga dan lahan kosong.

Jika dihitung hampir di setiap bulan terjadi minimal 1 kasus kebakaran di Kota Solo sepanjang tahun 2017. Kebakaran tak hanya terjadi pada musim kemarau, tetapi juga musim hujan.

“Mayoritas kebakaran terjadi karena kelalaian masyarakat. Kalau lahan kosong itu biasanya saat musim kemarau. Kalau musim penghujan bisa disebabkan kelalian yang lain,” kata dia.

Dikatakan, awal 2018 ini, baru satu kelurahan yang mengajukan permohonan APAR bagi setiap RT. Meski begitu, Gatot optimis akan bisa menyelesaikan program tersebut pada 2021.

“Kalau jumlah RT nya ada ribuan ya. Sehingga memang bertahap karena membutuhkan dana yang besar,” jelasnya.

Disinggung mengenai dana pengadaan APAR, Gatot mengatakan akan mengoptimalkan berbagai koridor pemdanaan seperti dana DLK, APBN, maupun bantuan CSR.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge