0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengemplang Pajak Terancam Sanksi Penyanderaan

Kepala Kanwil DJP Jateng II, Rida Handanu (dok.timlo.net/setyo pujis)
Solo — Tiga orang wajib pajak (WP) terancam mendapat sanksi tegas dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II. Mereka terpaksa diberikan sanksi karena dianggap tidak patuh terhadap ketentuan pajak. Sehingga atas perbuatannya itu dianggap merugikan keuangan negara.
“Hingga akhir tahun kemarin tercatat ada tiga wajib pajak yang terancam mendapat sanksi penyanderaan (gijzeling),” ujar Kepala Kanwil DJP Jateng II, Rida Handanu kepada wartawan,  Jumat (12/1).
Dari tiga pengemplang pajak yang menjadi perhatiannya itu, dijelaskan satu diantaranya sudah dilakukan penyanderaan. Dan bahkan  sekarang sudah dibebaskan, karena kewajiban utang pajaknya sudah dilakukan pelunasan.
“Sedangkan dua wajib pajak lainnya sekarang masih dalam proses. Dan kemarin surat persetujuan penyanderaan dari pusat sudah turun,” jelasnya.
Rida menyampaikan,  sanksi gijzeling tersebut merupakan upaya terakhir dari proses penagihan yang dilakukan oleh petugas. Sebelum dilakukan penyanderaan,  para wajib pajak yang bersangkutan sudah melalui mekanisme penagihan yang cukup panjang.  Mulai dari surat teguran,  surat paksa,  penyitaan aset hingga pemblokiran rekening. Namun dari tahapan yang dilakukan itu,  lanjut dia tidak mendapat respon positif dari yang bersangkutan, sehingga petugas terpaksa melakukan upaya terakhir yaitu gijzeling.
Sementara itu saat disinggung mengenai total tunggakan pajak,  menurutnya hingga saat ini nilainya sampai ratusan miliar rupiah. Jumlah tersebut selalu fluktuatif setiap tahunnya. Pasalnya ada yang melakukan pelunasan ada juga tambah tunggakan.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge