0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

13 Januari, Rentenir Harus Hengkang dari Pasar Gondang

Lurah Pasar Gondang, Aan Suyitno (kiri) (doktimlonet/agung widodo)

Sragen – Pemerintah Desa (Pemdes) Gondang, Kecamatan Gondang Sragen memasang pengumuman hasil kesepakatan antara Pemdes, tokoh agama-tokoh masyarakat, pihak Pasar Gondang dan Polres Sragen terkait praktek lintah darat atau rentenir yang telah meresahkan pedagang.  Pengumuman tersebut antara lain memberikan batas waktu bagi oknum rentenir untuk hengkang dari Pasar Gondang sejak tanggal 13 Januari 2018.

“Jadi nanti kalau setelah tanggal itu mereka masih nampak beropersi,  masyarakat akan mengambil tindakan, tentu saja diharapkan tak ada pelanggaran hukum, anarkis dan sebagainya. Nanti kita serahkan ke yang berwajib,” kata tokoh masyarakat Desa Gondang, Sofyan Badri (71), Kamis (11/1).

Sofyan mengungkapkan, mencuatnya masalah rentenir itu lantaran ada jeritan dari sejumlah warga terjerat praktek rentenir, terutama para pedagang di Pasar Gondang. Mereka merasa keberatan karena harus membayar bunga yang terlalu tinggi. Akibatnya banyak pedagang yang gulung tikar lantaran kiosnya berpindah ke tangan rentenir.

“Sekarang sudah ada 13 kios yang disita oleh rentenir,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut para tokoh agama, masyarakat, Pemdes dan pihak Pasar Gondang akhirnya mengadakan musyawarah yang juga dihadiri dari Polres Sragen. Pertemuan sendiri digelar di rumah Ketua Paguyuban RT/RW Desa Gondang, Bambang Widjo Purwanto yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Sragen.

Selain member batas waktu hingga tanggal 13 Januari, kesepakatan yang ditandatangani Kepala Desa Gondang, Eka Hidayanto tersebut juga menyepakati, bagi masyarakat yang mendapat pinjaman dari rentenir dan sudah mengembalikan sebesar jumlah pinjaman, maka pinjaman itu dianggap selesai atau lunas.

Sementara Lurah Pasar Gondang, Aan Suyitno saat ditemui wartawan membenarkan ada pengumuman hasil kesepakatan itu yang ditempel di beberapa sudut pasar.  Pengumuman itu untuk mengingatkan warga dan pedagang terkait praktek rentenir di Pasar Gondang yang diberi batas waktu sampai 13 Januari 2018.

Aan mengakui, setelah ada kesepakatan tersebut memang masih ada beberapa oknum rentenir yang nekat berkeliaran di pasar. Namun pihaknya sejauh ini hanya memantau dan membiarkannya.

“Tapi nanti jika setelah tanggal 13 Januari masih ada (rentenir), baru dari warga akan mengambil sikap. Nanti kami sampaikan ke pihak kepolisian. Sekarang masih ada tapi kami hanya memantau,” jelas Aan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge