0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rentenir Merajalela di Sragen, Pemkab Harus Bertindak

Pasar Gondang (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Rentenir atau biasa disebut lintah darat disinyalir telah merajalela di Sragen. Pemkab Sragen diminta untuk bisa bertindak tegas sebelum masyarakat mengambil jalan sendiri dengan cara-cara yang bertentangan dengan hukum.

“Sebenarnya bisa saja mengerahkan orang untuk mengusir mereka, namun khan itu cara primordial yang bertentangan dengan konstitusi. Tapi itu bisa juga menjadi hal terpaksa kalau tidak segera ditangani,” kata Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto, Kamis (11/1).

Bambang Samekto menyampaikan, sebenarnya sudah banyak laporan masyarakat yang disampaikan ke pihaknya terkait praktek lintah darat di Pasar Gondang. Bahkan dia sendiri mengaku pernah bertemu dan memberi peringatan kepada oknum rentenir yang dinilainya sangat merugikan orang-orang yang menjadi korbannya.

“Saya minta dari yang bersangkutan sendiri harus berhenti, tak hanya di Gondang atau Sragen, tapi praktek rentenir ini tak boleh di Indonesia ini,” terang Totok, panggilan akrabnya.

Dia menyatakan, untuk mengatasi Pemkab Sragen harus terus menerus memberikan sosialisasi dan pemahanan masyarakat agar tidak terjerat lintah darat. Sebenarnya pemerintah sendiri juga sudah memberikan kredit lunak melalui bank milik pemerintah yang bunganya jauh di bawah rentenir. Namun itu semua kembali kepada warga yang tidak mau direpotkan dengan prosedur kalau harus meminjam lewat bank.

“Makanya harus sosialisasi terus ke masyarakat, jangan sampai warga menggunakan rentenir yang sangat merugikan,” katanya.

Sementara itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan masyarakat yang menjadi korban praktek lintah darat lantaran terdesak kebutuhan. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan para rentenir untuk mengambil keuntungan pribadi.

Praktek rentenir ini jelas tidak dibolehkan, karena selain menyusahkan warga juga kehadiran mereka tidak berijin. Sedangkan pemerintah sendiri telah menyediakan kredit lunak melalui bank pemerintah dengan memberikan bunga yang kompetitif dibanding rentenir.

Menurut Yuni, masyarakat perlu diberikan pemahaman agar tidak terjerat lintah darat. Ini menjadi tugas dari Dinas Koperasi dan UKM untuk terus melakukan sosialisasi ke bawah. Namun dia sedikit menampik kalau dikatakan dinas koperasi bekerja tidak maksimal memberikan sosialisasi.

“Ya bisa saja itu jadi salah satu faktor, tapi nggak bisa digeneralisir kalau Indakop tidak maksimal. Misalnya kita tawarkan koperasi, tapi tak bisa door to door, karena tenaga kita terbatas. Sedangkan masyarakat pengennya cepat,” terang Yuni.

 

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge