0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dua Cawagub Jateng dari NU, Ini Kata Ketua PCNU Solo

Ketua PCNU Solo, Helmy Akhmad Sakdillah (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Fenomena pencalonan wakil gubernur dari kalangan Nahdlotul Ulama (NU) di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah 2018 ditanggapi positif Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Solo Helmy Akhmad Sakdillah. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa elit politik mulai sadar besarnya potensi suara kaum Nahdliyyin.

“Saya kira ini menunjukkan bahwa politis mulai sadar bahwa kue NU sangat besar,” kata Ketua PCNU Solo, Helmy Akhmad Sakdillah saat ditemui di Balaikota Solo, Kamis (11/1).

Meski sering dianggap sebagai tidak dominan di Solo, Helmy yakin NU berpotensi menyumbangkan suara hingga 25 persen dari total jumlah pemilih. Syaratnya, partai harus menggarap maksimal potensi tersebut.

“Lihat saja kalau pengajian seperti apa banyaknya,” kata Helmy Akhmad Sakdillah.

Peta politik pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 kali ini bisa dibilang cukup menarik. Kedua calon gubernur, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said sama-sama menggandeng tokoh NU yang cukup berpengaruh. Ganjar menggandeng Taj Yasin Maimun sementara Sudirman Said menggandeng Ida Fauziah.

“Dua-duanya memiliki pengaruh yang besar,” kata dia.

Menurut Helmy, nama Gus Yasin memang belum dikenal luas. Namun Gus Yasin adalah anak Ulama Kharismatik NU, KH Maimun Zubair.

“Tapi begitu tahu kalau beliau putra Mbah Mun (sapaan akrab KH Maimun Zubair), semua orang pasti tahu,” kata Helmy Akhmad Sakdillah.

Sedangkan nama Ida Fauziah sudah tidak asing lagi di telinga Nahdliyyin, terutama kaum hawa. Pendamping Sudirman Said pada kontestasi politik di Jateng itu sudah tiga kali berutut-turut menjabat Ketua Fatayat NU.

“Kiprahnya sudah luar biasa,” kata dia.

Kondisi ini berbanding terbalik pada Pilkada Jateng 2013 silam di mana tak satu pun pasangan calon gubernur maupun wakilnya berasal dari NU. Saat itu, partai-partai yang berafiliasi dengan NU seperti PKB, PPP, dan PKNU terkonsentrasi pada pasangan calon Hadi Prabowo dan Don Murdono. Meski mendapat dukungan dari ulama NU, dua tokoh tersebut bukan berasal dari kalangan Nahdliyyin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge