0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembangunan Overpass Manahan Molor Lagi, Ini Alasannya

Kawasan pembangunan Overpass Manahan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pembangunan Overpass Manahan kembali molor. Penandatanganan kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) VII Kementerian Pekerjaan Umum dengan pemenang lelang yang dijadwalkan pada 29 Desember lalu diundur hingga 17 Januari mendatang.

“Kita sudah koordinasi dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), ternyata panitia lelang mengubah jadwal penandatanganan kontrak. Sekarang masih tahap evaluasi penawaran,” kata Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Solo, Joko Supriyanto saat berbincang dengan wartawan, Jumat (5/1).

Pemkot Solo tak bisa berbuat banyak terkait perubahan jadwal tersebut. Pasalnya, proyek pembangunan Overpass Manahan tersebut dibiayai oleh Pemerintah Pusat. Perubahan jadwal lelang merupakan wewenang penuh panitia lelang.

Joko sendiri mengaku pembangunan Overpass Manahan ini menjadi pengalaman pertama bagi Pemkot. Selain menggunakan mortar busa, material temuan baru dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan), metode lelang satu paket antara Detailed Engineering Design (DED) dan pembangunan kepada satu kontraktor juga baru pertama kali ini dilakukan.

“Proses lelang seperti ini juga baru kali ini. Biasanya kita lelang DED dulu baru setelah selesai (penyusunan DED) kita lelang pengerjaan fisiknya,” kata dia.

Kabar mundurnya penandatanganan kontrak tersebut, kata Joko, sudah dikomunikasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) selaku pemangku jalan. Dishub berencana mengadakan simulasi rekayasa lalu lintas pembangunan Overpass Manahan sesuai metode yang akan dipakai kontraktor.

“Untuk itu (simulasi) kan berarti Dishub harus tahu bagaimana cara pemenang lelang membangun overpass,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge