0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Delapan Pelaku Pengeroyokan Malam Natal Dibekuk

Delapan pemuda yang diciduk aparat usai melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban Ungkik Handoko (32) warga Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo pada malam Natal lalu (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Sebanyak delapan pemuda dibekuk lantaran terlibat aksi pengeroyokan yang dilakukan terhadap korban bernama Ungkik Handoko (32) warga Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo pada malam Natal lalu. Korban mengalami luka parah di bagian muka dan lebam di sekujur bagian tubuh.

“Kami masih memburu satu orang pelaku lagi yang ikut mengeroyok korban,” terang Kapolsek Jebres, Kompol Juliana, Selasa (2/1) siang.

Kasus pengeroyokan ini bermula dari salah paham yang dilakukan korban terhadap salah seorang tersangka bernama Andi Suyono (32) warga Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar di sebuah lokasi hiburan malam di Kawasan Jurug, Kecamatan Jebres.

Menurut pengakuan tersangka, kata Kapolsek, korban memanggilnya dengan sebutan le (sebutan bocah dalam bahasa Jawa-red). Merasa diremehkan, tersangka yang diduga dalam pengaruh minuman keras (miras) tersebut langsung menyeret korban ke parkiran lokasi hiburan malam. Di lokasi tersebut, korban dikeroyok hingga mengalami luka parah.

“Usai dikeroyok, korban dibawa menggunakan motor ke ring-road Mojosongo dan dibuang ke sana. Paginya, baru ditemukan warga dalam kondisi tak sadarkan diri,” jelas Kapolsek.

Delapan tersangka yang diamankan Polisi, diantaranya Andi Suyono (32) warga Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar ; Gajar Yuly Prasetiyo (29) warga Masaran, Kabupaten Sragen ; Ade Okky Prih Utomo (24) warga Masaran, Kabupaten Sragen ; Pardi (28) warga Gabus, Kabupaten Grobogan ; Danang Juliantoro (20) warga Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar ; Deky Bagas Prasetyo (30) warga Masaran, Kabupaten Sragen ; Edi Arianto alias Bunder (27) warga Gondangrejo Karanganyar dan Rudiyono (23) warga Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Saat ditanya wartawan, tersangka Andi tidak terima jika dipanggil dengan sebutan le. Disamping itu, korban juga mengaku-ngaku jika dirinya merupakan anggota sebuah perguruan bela diri.

“Saya tersinggung. Lalu saya tarik dan kami keroyok di parkiran,” katanya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge