0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Thailand dan Myanmar, Pemasok Sabu Terbesar ke Indonesia

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari (foto: Achmad Khalik)

Solo – Kasus peredaran narkoba di tahun 2017 mencapai 40 ribu kasus lebih. Dari total keseluruhan kasus tersebut, aparat berhasil meringkus lebih dari 50 ribu orang tersangka.

“Sepanjang tahun 2017 lalu, kita berhasil menangani 40 ribu kasus narkotika dengan jumlah tersangka mencapai 50 ribu orang,” terang Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari, baru-baru ini.

Dari puluhan ribu kasus, terdapat tiga jenis narkotika paling mendominasi diantaranya ganja atau cannabis, sabu atau metamfetamin dan juga pil ekstasi. Terkait barang bukti yang diamankan, terdapat 151 ton ganja kering siap edar. Kemudian, 4,7 ton narkotika jenis sabu dan untuk ektasi mencapai 3,5 juta pil atau tablet.

“Terjadi peningkatan tiap tahun di masing-masing narkoba popular dikalangan pengguna. Semisal sabu, tahun 2016 kami berhasil mengamankan sebanyak 3,5 ton. Tahun ini bias 4,7 ton,” ungkapnya.

Lebih lanjut, peredaran narkoba yang ada di Indonesia selalu melibatkan jaringan internasional. Hanya ada satu jenis narkoba yang paling banyak dihasilkan dari dalam negeri yakni jenis ganja dari Aceh.

“Hampir seluruhnya terkait dengan jaringan internasional, dua dari tiga narkotika yang paling populer itu melibatkan berbagai negara,” katanya.

Selain narkotika dari Aceh, Arman menyebut, beberapa jenis narkotika lain yang berasal dari luar negeri diantaranya jenis sabu paling banyak Thailand, Myanmar. Kemudian jenis ekstasi dari Asia, Eropa menjadi sumber utama.

“Kalau untuk jenis heroin banyak yang berasal dari jajaran segitiga emas. Kemudian dari Asia selatan, Asia tengah, Iran, Pakistan dan Afganistan,” jelasnya.

Guna mencegah dan menekan peredaran narkotika di Indonesia, BNN pun akan melakukan pencegahan tidak hanya dari hilir tetapi langsung dari hulu.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge