0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Setelah H+3, Pencarian Korban Hanyut Bengawan Solo Dihentikan

Petugas BPBD Sragen mencari korban hanyut di Bengawan Solo (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Setelah empat hari menyusuri Sungai Bengawan Solo, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, SAR, PMI, TNI/Polri memutuskan untuk menghentikan pencarian korban hanyut, Parno 45), warga Dukuh Bolorejo RT 10, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Sejak  hanyut pada Rabu (27/12) lalu tim telah berupaya mencari dari menyusuri Bengawan Solo hingga ke Mantingan, wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Dan demikian maka operasi laka air dihentikan resmi pada Sabtu (30/12) pukul 17.00 WIB, maka seluruh potensi SAR kembali ke markas masing-masing,’ kata Kepala BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto, Minggu (31/12).

Sigit menyampaikan, sehari sejak hanyut hingga H+3, pihaknya bersama dengan SAR, PMI dan TNI/Polri telah melakukan pencarian, namun hasilnya nihil. Diakuinya, beberapa yang menjadi kendala diantaranya derasnya debit sungai, meskipun tinggi muka air sudah stabil.

Dititik pencarian yang diperkirakan korban tersangkut dua barongan di dasar sungai. Tim berhasil memotong satu barongan dibantu dengan warga. Namun satu barongan lain tak sempat dipotong lantaran tim tidak bisa menyentuh dasar barongan yang dalamnya sekitar tujuh meter.

“Sebab sangat riskan untuk melakukan penyelaman karena arus di bawah sungai masih deras,” jelas Sigit.

Kendati pencarian dihentikan, namun pihak pemerintah desa dan warga masih melakukan  pemantauan. Kalau ada tanda-tanda baru yang diperkirakan menjadi titik korban bisa ditemukan, maka kepala desa setempat akan berkorrdinasi dengan BPBD.

“Kalau nanti korban memang benar ditemukan, pihak keluarga meminta untuk visum di rumah duka. Pihak desa sepenuhnya akan membantu biaya administrasi rumah sakit,” kata Sigit.

Seperti diberitakan sebelumnya, Parno diduga hanyut di Sungai Bengawan Solo saat mencari ikan bersama orang tuanya Parjo (74). Saat itu sedang Pladu atau Bengawan Solo panen ikan. Parno dan Parjo berpisah di lokasi memungut ikan. Namun hingga pukul 12.00 WIB Parno tidak segera pulang ke rumah. Karena korban diduga terseret arus bengawan Solo, lantas keluarga korban melaporkan ke Polsek Sambungmacan.

Petugas BPBD Sragen saat melakukan pencarian korban hanyut di Bengawan Solo, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge