0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Temuan Uang Palsu di Solo Turun 32 Persen

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Jumlah temuan uang palsu (upal) selama satu tahun terakhir tercatat mengalami penurunan. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, turunnya temuan upal tersebut karena kesadaran masyarakat yang semakin meningkat untuk membedakan uang palsu dan asli.

“Sampai dengan saat ini tercatat untuk temuan upal hanya mencapai 4.858 lembar. Jumlah itu turun sekitar 32 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang mencapai 7.107 lembar,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Sabtu (30/12).

Jika dilihat dari periodisasi bulannya, disebutkan untuk temuan upal paling tinggi terjadi pada Juni lalu yaitu mencapai 598 lembar. Sedangkan dari total pecahan uang palsu yang berhasil ditemukan, menurutnya yang paling banyak diduplikasi adalah pecahan Rp 100 Ribu yaitu tercatat mencapai 2.744 lembar, disusul pecahan Rp 50 Ribu mencapai 1.946 lembar dan pecahan Rp 20 Ribu sebanyak 64 lembar.

Bandoe menyampaikan, menurunnya temuan uang palsu yang terjadi selama satu tahun terakhir karena dianggap masyarakat semakin paham untuk membedakan uang palsu dan uang asli. Apalagi selama ini, BI Solo juga terus melakukan edukasi serta membuat program 3D Corner disejumlah pasar tradisional.

Dengan alat yang disediakan itu, masyarakat bisa lebih mudah untuk mengecek keaslian uang tanpa perlu harus datang di kantor bank.

“Capaian ini tentu saya kira positif. Dan kedepan program 3D Corner tersebut tidak menutup kemungkinan akan kita kembangkan di daerah lain di luar Solo,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge