0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cerita Awal Mula Biro Umrah Hannien Tour Bermasalah

Farid Rosyidin, petinggi PT Hannien Tour yang dibekuk polisi (dok.timlonet/achmad hhalik)

Solo – Tingginya korban penipuan biro perjalanan umrah Hannien Tour tak lepas dari keinginan tersangka untuk mendapatkan target pemberangkatan calon jamaah di tahun 2017. Dengan target yang ditetapkan, mereka menggenjot pemasukan dengan mengobral promo pemberangkatan ibadah umrah.

“Tahun 2016 target pemberangkatan umrah tidak tercapai. Maka di tahun ini dilakukan promo ibadah umrah di kantor kami,” terang tersangka kasus penipuan biro perjalanan ibadah umrah Hannien Tour, Farid Rosyidin (45), Jumat (29/12).

Untuk memenuhi kuota tersebut, tersangka yang menjabat sebagai Direktur PT Hannien Tour itu memerintahkan kepada 10 cabang yang tersebar di Indonesia dengan melakukan promo sekitar 20 persen dari jumlah normal perjalanan umrah senilai Rp 26-28juta.

Dengan strategi tersebut, banyak diantara calon jamaah umrah yang tertarik untuk mendaftar ke Hannien Tour. Akan tetapi, justru minat yang berlebih itu membuat Hannien Tour kewalahan hingga akhirnya tidak mampu memberangkatkan calon jamaah.

“Promo yang kami lakukan ternyata membludak hingga tidak dapat mengkaver seluruh perjalanan calon jamaah umrah,” jelas tersangka.

Dalam kasus tersebut, Satreskrim Polresta Solo menetapkan dua orang tersangka. selain Farid Rosyidin, Sekretaris PT Hannien Tour, Avianto B Satya (51) warga Bogor, Jawa Barat juga turut dicokok.

Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengaku masih melakukan pendalaman kasus tersebut. Tercatat, 1.800 calon jamaah umrah menjadi korban atas aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh dua tersangka tersebut.

“Saat ini masih kami kembangkan. Tidak menutup kemungkinan, korban akan terus bertambah. Total kerugian saat ini, mencapai Rp 37,8 miliar,” ungkap Kapolresta.

Terkait kasus tersebut, dua tersangka dijerat dengan Pasal 278 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Tak hanya itu, jeratan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara juga telah menanti tersangka.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge