0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pengguna di Perancis dan Korea Selatan Tuntut Apple Untuk Skandal “Batterygate”

Baterai iPhone 6s. (ubergizmo. com)

Timlo.net—Sebelumnya diberitakan jika Apple terkena 8 tuntutan hukum terkait skandal baterai iPhone. Apple sebelumnya mengaku mereka merilis pembaruan software yang memperlambat iPhone model lama. Tujuannya untuk menjaga keawetan baterai. Sepertinya jumlah tuntutan hukum ini akan terus bertambah. Sekarang ada dua tuntutan hukum baru dari Perancis dan Korea Selatan.

Tuntutan hukum di Perancis dilayangkan oleh kelompok aktivis disebut Halte à l’Obsolescence Programmée (HOP). Tuntutan itu menuduh Apple sengaja merancang strategi global berupa keusangan global untuk mendorong penjualan mereka. Tuntutan itu dibuat berdasarkan sebuah hukum yang diperkenalkan di Perancis pada 2015. Dalam hukum itu, perusahaan yang sengaja mengurangi usia sebuah produk supaya pengguna membeli produk baru mereka dianggap melakukan tindakan kriminal.

Laetitia Vasseur, pendiri HOP berkata, “Segala sesuatunya dirancang untuk memaksa para pengguna memperbarui smartphone mereka. Akan tetapi, jika ponsel baru itu berharga 1.200 euro melebihi upah minimum di Perancis, praktek ini tidak bisa diterima dan harus dihukum. Misi kami adalah membela para konsumen dan lingkungan melawan pemborosan seperti ini yang dirancang Apple.”

Di Korea Selatan, ada dua tuntutan hukum yang direncanakan, tulis Ubergizmo. Beberapa firma hukum sedang mencari orang untuk menggugat. Apple sendiri sudah merilis permintaan maaf terkait cara mereka memperlambat iPhone model lama. Mereka juga mengumumkan sebuah program penggantian baterai. Biaya penggantian baterai dikurangi $29. Perusahaan itu juga akan merilis pembaruan iOS yang akan menyediakan fitur supaya pengguna tahu kondisi kesehatan baterai mereka.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge