0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cari Ikan, Petani Hanyut di Bengawan Solo

Petugas BPBD Sragen mencari korban hanyut di Bengawan Solo (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Seorang petani Parno (45), warga Dukuh Bolorejo RT 10, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan hilang. Dia diduga tenggelam dan terseret arus Sungai Bengawan Solo saat mencari ikan di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

“Sampai Kamis sore tadi korban belum diketemukan,” kata Kapolsek Sambungmacan AKP Joko Widodo, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Kamis (28/12).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dikabarkan hilang terjatuh di Sungai Bengawan Solo pada Rabu (27/12) sekitar pukul 09.00 WIB, pencarian dilakukan lebih dari 24 jam, namun korban tak kunjung ditemukan.

Parno diketahui mencari ikan bersama orang tuanya Parjo (74). Saat itu sedang Pladu atau Bengawan Solo panen ikan. Parno dan Parjo berpisah di lokasi memungut ikan. Namun hingga pukul 12.00 WIB Parno tidak segera pulang ke rumah.

Karena korban diduga terseret arus bengawan Solo, lantas keluarga korban melaporkan ke Polsek Sambungmacan.

Ketua KSR PMI Sragen Endro mewakili Kepala markas PMI Sragen Wahdadi menyampaikan sejumlah tim bergabung untuk mencari korban. Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, SAR, PMI, TNI/Polri tercun melakukan upaya pencarian.

”Jadi semalam sempat dihentikan karena derasnya arus, pencarian dilanjutkan Kamis (28/12) pagi pukul 06.00,” terang Endro.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge