0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Peneliti UMS Kembangkan TENSSMART, Ini Manfaatnya

Salah seorang peneliti UMS Totok Budi Santoso memperlihatkan hasil karyanya (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo — Sebanyak empat peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan alat Elektromyoneuro Stimulation. Produk yang dikembangkan ini memiliki spesifikasi dalam satu alat mampu menghasilkan berbagai arus listrik untuk kepentingan elektrodiagnosis dan elektroterapi pada kepentingan rehabilitasi.

“Ke empat peneliti yang berpartisipasi dalam pengembangan alat kesehatan yang diberi nama TENSSMART tersebut, yakni Totok Budi Santoso dari Prodi Fisioterapi, Wahyuni dan Nurgiyatna dari Prodi Teknik Informatika  Moch Djunidi dari Prodi Teknik Industri,” ungkap salah seorang peneliti, Totok Budi Santoso, di Kampus UMS, Pabelan, kartasura, Sukoharjo, Kamis (28/12).

Produk alat kesehatan yang digunakan di pelayanan kesehatan, menurut Totok, saat ini masih didominasi produk impor, termasuk Elektromyoneuro Stimulation dengan harga di atas Rp 35 juta per unit. Padahal kebutuhan alat kesehatan kategori elektro medis masih sangat tinggi, sedangkan pelaku ekonomi UKM/perusahaan penghasil alat elektromedis di Indonesia  masih sangat sedikit. Apabila rumah sakit, dokter dan tenaga kesehatan menggunakan alat kesehatan yang buatan dalam negeri, maka biaya pengobatan pasien bisa ditekan 20-30%.

“Oleh karena itu, pengembangan ini sebagai wujud rintisan kemandirian teknologi alat kesehatan di Indonesia, selain itu tentunya bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan juga menghidupkan pelaku industri alat kesehatan di Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilakukan para peneliti UMS, menurut Totok, merupakan Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK). Kegiatan tersebut telah berhasil melakukan perakitan dan pembuatan  Elektromyoneuro Stimulation dan diberi nama TENSSMART.

“Produk ini memiliki spesifikasi dalam satu alat mampu menghasilkan berbagai arus listrik untuk kepentingan elektrodiagnosis dan elektroterapi pada kepentingan rehabilitasi,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge