0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Transaksi di Tahun Baru, Bandar Narkoba bakal Ditembak

Kepala BNN Komjen Budi Waseso (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan operasi menjelang Tahun Baru 2018. Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan telah memetakan bandar-bandar yang akan transaksi di tempat hiburan pada saat Tahun Baru.

“Saya sudah memetakan jaringan-jaringan yang bekerja di tempat ini, bilamana target sudah terbaca oleh kita beberapa sudah ada kita ketahui tinggal kita tangkap ketika sedang melakukan tindakan,” ujar Waseso.

Mantan Kabareskrim itu memerintahkan kepada seluruh jajarannya tidak menangkap para pelaku yang terindikasi. Dia mengaku sudah membekali persenjataan kepada anggota tim berantas untuk menembak mati di tempat para bandar.

“Saya sudah perintahkan untuk tindak tegas target itu tidak ada lagi penangkapan pada tahun baru. Jadi tidak lagi bandar yang terindikasi dan terdeteksi dengan baik, saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran tidak lagi ditangkap,” tegasnya.

Waseso menuturkan akan memberlakukan operasi target di seluruh Indonesia. Informasi intel yang dia terima, 72 jaringan akan bergerak pada malam tahun baru. Maka itu BNN juga melibatkan TNI serta Polri dalam operasi ini.

“Menjelang Tahun Baru seluruh diskotek diawasi kita kerjasama dengan kepolisian termasuk TNI. TNI sudah jadi bagian dari BNN, 4 perwira aktif jadi anggota BNN. Kita sinergikan untuk hadapi Tahun Baru. Terutama peredaran narkotika di tempat hiburan,” imbuh dia.

Selain itu, mengenai AA alias RD, pemilik diskotek MG yang masih menjadi buronan, Waseso mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk menembak RD kalau menemukannya.

“Sudah instruksikan kepada anggota kalau tak bisa tangkap hidup, mati pun tak apa. Saya sudah instruksikan bilamana dia melarikan diri tembak saja,” ujar Waseso.

Mantan Kabareskrim itu mengaku masih belum menemukan lokasi persembunyian pelaku. Tim saat ini masih bergerak menyelidiki keberadaannya.

“Kita sedang dalami pelaku utama, masih belum ditemukan sedang kita ikuti,” ucap dia.

Sementara itu, BNN juga menelusuri importir prekusor yang mendistribusikan kepada RD. Budi menuturkan impor sendiri legal namun jalur distribusinya dimainkan oleh oknum.

“Ada penyalahgunaan oknum, sedang kita kembangkan. Prekursornya legal pendistribusiannya ilegal,” tukas dia.

Dalam kesempatan itu, Waseso mengatakan, 68 narkoba jenis baru ditemukan BNN selama tahun 2017. Menurut Waseso, dari 68 Narkoba jenis baru itu 60 di antaranya sudah masuk dalam Undang-Undang Kesehatan.

“Dari 68 New Psychoactive Substance (NPS), 60 zat di antaranya telah berhasil mendapatkan ketetapan hukum melalui Permenkes Nomor 41 tahun 2017 dengan ancaman hukuman yang diberlakukan sesuai dengan Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009,” kata Waseso.

Mantan Kabareskrim itu menuturkan bahwa 68 jenis Narkoba tersebut benar-benar kandungan narkoba baru dari 800 jenis yang dilaporkan dari seluruh dunia. Bukan variasi atau model seperti sabu cair dijual oleh diskotek MG, yang digerebek BNN beberapa waktu lalu.

“Itu betul-betul jenis baru bukan model baru,” ujar dia.

Untuk saat ini, Waseso menolak membeberkan ke publik Narkoba jenis yang ditemukan BNN. Terlebih masih ada 8 jenis yang belum terikat undang-undang.

“8 Jenis ini kalau saya kasih tahu nanti dipakai ramai-ramai,” tukas dia. [eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge