0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tingginya Efisiensi Unit Donor Darah PMI Solo

Puluhan sopir taksi mengikuti donor darah di Pendapa Sriwedari (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo hanya membuang rata-rata 60 kantong darah dalam satu bulan. Jumlah yang sangat sedikit mengingat PMI bisa mengumpulkan 12 ribu kantong darah dalam waktu yang sama.

“Rata-rata darah yang terbuang dalam satu bulan hanya 0,5 persen,” kata Sekretaris PMI Cabang Solo, Sumartono Hadinoto, Rabu (27/12).

Darah tersebut dibuang karena berbagai sebab. Termasuk diantaranya darah dari penderita penyakit menular maupun darah yang melampaui tanggal kedaluwarsa. Bahkan menurut Martono, 60 kantong yang dibuang setiap bulan itu termasuk plasma darah yang hanya berusia dua hari.

“Plasma darah kan umurnya tidak lama. Kalau dalam dua hari tidak digunakan harus dibuang,” kata dia.

Rendahnya jumlah darah yang tidak termanfaatkan itu menunjukkan betapa efisiennya Unit Donor Darah PMI Solo. Hal ini, menurut Martono, dicapai dengan menerapkan penyaringan ketat sejak tahap pengambilan darah.

Selain dari blangko isian yang harus diisi calon pendonor, petugas PMI juga melakukan penilaian dari fisik yang tampak. Calon pendonor yang berpotensi memiliki penyakit menular biasanya langsung ditolak sebelum diambil darahnya.

“Misalnya ada pendonor yang tatonya banyak sekali. Biasanya langsung kita tolak karena memang penularan penyakit dari jarum tato sangat tinggi,” kata dia.

Data base pendonor reguler juga dirasa sangat membantu menjaga agar angka efisiensi ini tetap tinggi. Pendonor rutin umumnya sudah memiliki pemahaman yang memadai tentang kualitas darah yang diharapkan.

“Jadi darah dari pendonor rutin biasanya sudah terjamin. Karena mereka sendiri melakukan screening secara pribadi sebelum mendonorkan darah,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge