0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pantat Satinah Digigit Buaya Usai BAB

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — Satinah (42), warga Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, menjalani perawatan medis serius setelah bokongnya digigit buaya muara di sungai, sekitar tempat tinggalnya. Peristiwa itu terjadi usai Satinah buang air besar (BAB) di sungai tersebut.

Peristiwa itu terjadi Minggu (24/12) pagi lalu. Setiap pagi, kegiatan rutin warga bantaran Sungai Telake yang mengalir di Desa Sebakung, BAB di pinggir sungai. Tanpa terkecuali Satinah.

“Kejadiannya sekitar jam 6 pagi. Korban itu ambil air, dan buang air besar di sungai. Ini memang sudah jadi kebiasaan warga sehari-hari ya,” kata Kapolsek Long Kali, AKP Danang Aries Susanto, Selasa (26/12).

Nahas bagi Satinah. Saat dia selesai BAB dan bermaksud membersihkan, belakangan dia merasa ada yang memegang bagian badannya.

“Korban ini kaget. Dia lihat ke belakang, ternyata ada kepala buaya sedang menggigit pantatnya. Jadi, korban ini sempat jatuh ke sungai,” ujar Danang.

Korban terus berontak, dan berupaya sekuat tenaga agar bisa kembali naik ke daratan pinggir sungai, sekitar rumahnya yang hanya berjarak sekitar kurang lebih 50 meter. Meski dalam kondisi lemah, Satina berteriak sekuat tenaga meminta tolong pagi itu.

“Teriakan itu didengar anggota keluarganya. Kondisinya korban masih sadar waktu itu, dan segera dibawa ke Puskesmas Long Kali,” terang Danang.

Lantaran luka robek yang cukup parah di pantat korban, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Tana Paser, untuk mendapatkan perawatan intensif medis sampai hari ini.

“Korban ini menderita 2 luka di pantatnya, panjang lukanya sekitar 15 sentimeter diduga akibat gigitan buaya itu. Anak korban yang membantu korban pertama kali sudah kita mintai keterangan setelah kejadian itu,” ungkap Danang.

Pascakejadian, kepolisian bersama jajaran kecamatan, mengingatkan warga yang berada di bantaran sungai, tidak beraktivitas di sungai.

“Kita sudah peringatkan itu kepada warga. Di samping itu juga, kita koordinasikan kepada semua pihak, agar warga miskin di bantaran sungai, bisa dibantu untuk fasilitas MCK. Kita harap unsur Muspika, bisa usulkan pembangunan fasilitas MCK, sehingga warga tidak lagi MCK di sungai,” terangnya.

“Yang jelas, di Sungai Telake itu memang habitat buaya, banyak buaya. Apalagi kemarin sungai sempat meluap, dan buaya naik ke darat. Mau kembali ke sungai agak sulit karena sungai sudah surut,” sambung Danang.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge