0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kelaparan dan Keracunan Gas Belerang, Kera di Gunung Agung Banyak yang Mati

Gunung Agung (merdeka.com)

Timlo.net — Gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut (MDPL) di ‘Bumi Lahar’ Karangasem, terus mengeluarkan hujan abu. Bahkan di lingkaran lereng gunung agung bau belerang terasa menyengat. Kuat dugaan sejumlah satwa penghuni hutan lindung Gunung Agung banyak mati akibat kelaparan dan keracunan gas belerang.

“Saat ini sejumlah kera sudah mulai merambah pemukiman rumah warga. Mereka mulai turun lantaran di tempat ia tinggal sudah mulai mengering dan bau gas berancun,” ungkap salah seorang relawan saat memberikan sejumlah satwa kera yang terlihat kelaparan di areal Pura Pasar Agung, Besakih, Senin (25/12). Anehnya sejumlah bangkai kera yang ditemukan tidak sampai berbau busuk.

“Kemungkinan ini baru mati, karena belum tercium bau bangkai. Kalau dilihat badannya terkoyak dan dagingnya ada yang hilang, kemungkinan dimakan oleh temannya sendiri karena kelaparan,” ucap Ketut Bawa, salah satu relawan yang juga Perbekel Peringsari.

Menurutnya saat ini sejumlah satwa masih terlihat bertahan di lereng Gunung Agung. Bahkan dimungkinkan kawanan kera khususnya sudah mulai mencari tempat perlindungan di areal Pura Besakih yang kini dalam status ditutup untuk umum dan aktivitas persembahyangan.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge