0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hadiri Open House, Warga Dilarang Bawa Tas

Warga mengambil tas yang dititipkan di pos keamanan (foto: Ichsan Rosyid)

Solo – Suasana Open House Hari Raya Natal yang diselenggarakan Senin (25/12) tahun ini agaknya sedikit berbeda. Warga tak bisa begitu saja masuk ke lingkungan Rumah Dinas Walikota, Loji Gandrung. Mereka harus menitipkan tas di pos keamanan.

“Untuk antisipasi saja supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Agus Siswuryanto di sela acara.

Pengamatan Timlo.net, semua warga harus menitipkan tasnya kepada petugas keamanan. Mereka mendapat nomor sebagai bukti penitipan. Nomor itu harus ditunjukkan untuk mengambil tas saat warga hendak pulang.

“Tidak masalah. Kita juga maklum,” kata salah satu warga Kampung Baru, Yulianti.

Terlepas dari masalah keamanan, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo sejak akhir September lalu mengeluarkan kebijakan baru terkait prosedur bertemu walikota. Tamu yang hendak menemuinya harus meninggalkan tasnya kepada petugas Satpol PP di depan Lobi Balaikota Solo.

foto: Ichsan Rosyid

Kebijakan serupa juga berlaku di Loji Gandrung maupun rumah pribadinya di Pucangsawit. Kebijakan itu dikeluarkannya beberapa hari setelah penangkapan Bupati Batu, Eddy Rumpoko yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertengahan September lalu.

“Saya nggak mau ada yang datang bawa tas isinya uang, tiba-tiba saya ditangkap. Seperti mas Eddy (Eddy Rumpoko) kan informasinya seperti itu,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge